Sunday, June 3, 2012

Kritik, Kemauan, dan Aksi


Kritik, Kemauan, dan Aksi
Oleh: Lea Willsen
Bantu mengkritik karya? Hmm... Tidak, tidak..., penulis tak pernah menyenangi peran sebagai seorang kritikus. Beberapa penulis pemula pernah meng-inbox untuk menanyakan kesediaan tersebut. Sesuai etika kepenulisan, tak perlulah menyebut siapa-siapa saja nama mereka. Yang jelas, biasanya penulis tidak menyanggupi mereka. Tentu ini bukan masalah pelit ilmu, egois, atau sombong. Justru karena menyadari kita sama-sama pelajar, maka rasanya tak perlulah kritik mengkritik. Apa lagi, penulis juga bukan seorang redaktur/editor. Dan, tentunya terhadap media mana pun yang nantinya akan dituju, telah ada redaktur/editor profesional yang mengambil peran itu.
Lagipula, bagi penulis secara pribadi, kritik juga tidak selamanya mutlak. Ada kritik yang memang berdasarkan logika, ada lagi kritik yang ternyata hanya opini dari si pemberi kritik--namun kurang disadari oleh ia sendiri--kemudian dilontarkan sebagai 'kritik'. Contoh, terhadap gaya tulisan, tentu beda penulis beda juga cara penyampaiannya. Bahkan hingga seorang motivator handal pun, tetap ada segelintir orang yang tak dapat menerima apa yang disampaikannya. Kalau sudah begitu, lantas kita menyalahkan sang motivator? Tentu tidak.
Beda cerita bila ada yang tanya; Bagaimana mencari ide? Masuk akalkah anak usia 6 tahun jatuh cinta? Tanda baca yang benar seperti apa? Nah, sebisa mungkin penulis akan memberi jawaban terbaik, berdasarkan kemampuan yang dimiliki. Ini berbeda dengan kritik, tetapi lebih pada memberi solusi, masukan, atau katakanlah diskusi. Penulis memaklumi hal ini, mengingat penulis dulunya juga sering bertanya-tanya dengan seorang penulis lain. Ketika kita belum pernah mendatangi sebuah negara, tentu kita tak tahu banyak tentang negara itu, dan kadang kita berharap akan ada sedikit bocoran dari orang lain. Namun, seorang penulis tentunya harus mandiri. Setelah mendapat sedikit bocoran, untuk berikutnya berjalanlah sendiri, tanpa harus melibatkan orang lain. Perkembangan seorang penulis utamanya ditentukan oleh diri sendiri dalam menciptakan sebuah karya.
Pentingkah Kritik?
Bila bertanya pentingkah sebuah kritik? Sebagian dari kita pasti akan menjawab kritik itu penting, tak peduli jawaban itu sebenarnya melawan hati atau tidak. Kalau berkata terlalu jujur, oh, takutnya dicap sebagai orang berhati kecil yang tak bisa menerima kritik. Sebenarnya tak perlu memusingkan kritik itu penting atau tidak. Yang lebih penting adalah kamauan memperdalam ilmu serta aksi nyata untuk menciptakan karya.
Cobalah bayangkan, ketika seseorang terus-menerus menerima kritik sementara fondasi kemauannya kurang kuat, bukannya maju, tapi justru putus asa dan aksi pun turut dihentikan! Tanpa kemauan dan aksi, seberapa bermanfaat pun sebuah kritik tetap saja bohong.
Selain kritik kalah penting dari kemauan dan aksi, tak jarang kritik justru menyebabkan terjadinya adu argumentasi. Seperti yang pernah diceritakan oleh editor Majalah Story pada suatu kesempatan, ia pernah diminta seseorang untuk menjadi pengkritik. Setelah dikritik, bukannya menghargai kritik itu, justru mereka menjadi terlibat adu argumentasi. Melelahkan pastinya.
Ketika seseorang meminta karyanya dikritik, kita tak menjamin orang tersebut dapat menerimanya atau tidak. Daripada salah-salah terjadi adu argumentasi lagi, lebih baik tidak menyanggupi permintaan itu. Pada dasarnya semua kritikan ada efek buruknya, sekalipun dengan tujuan baik dan mungkin bermanfaat.
Tahun pertama menulis, sering juga terbersit di pikiran; Kira-kira bagaimana kualitas karya saya di mata pembaca? Penulis pernah memberanikan diri untuk meminta bantuan seorang penulis untuk menilai karya-karya itu. Dan itulah sebuah tindakan konyol. Karena terlalu ramah, penulis itu mungkin segan menolak. Beberapa karya yang telah pernah dimuat pun dikirim via email untuk kemudian dinilai. Satu minggu berlalu, satu bulan, dua bulan, hingga berbulan-bulan, kok belum ada jawaban? Penulis itu bukan melupakan karya itu, tetapi setiap sempat mengobrol, ia seolah menjadi serba salah, dan berulang kali mengatakan maaf, karena ia belum sempat membacanya. Ia akan mencari waktu membacanya.
Setelah dipikir-pikir, penulis mengambil satu kesimpulan, kita tak perlu meminta seseorang untuk menilai karya kita. Kalaupun karya kita buruk, tak semua orang dapat menjadi 'orang jahat' untuk 'membantai' karya itu. Bisa jadi orang itu menghargai kita, sehingga hal tersebut menjadi sebuah tekanan tersendiri untuknya. Kalau benar-benar ingin berkembang, fokus saja dengan kemauan dan aksi. Seiring waktu akan semakin baik pastinya, dengan catatan harus bersungguh-sungguh. Sama halnya juga dengan jam terbang para pilot. Tak perlu terlalu memusingkan penilaian orang lain yang kemungkinan berbeda-beda satu sama lain.
Menanggapi Kritik
Tak masalah ketika kita siap dikritik tetapi tak ada yang bersedia mengkritik. Namun, bagaimana ketika kita tak siap dikritik tetapi justru dikritik? Jangan gentar! Berkecimpung di dunia sastra, tak pernah luput dari hal demikian. Kritik adalah obat, kalimat yang pernah digunakan oleh Presiden. Tetapi, perlu diingat, kita harus memfilter segala kritik yang datang kepada kita secara cermat, karena beberapa kritik sebenarnya adalah kedok dari aksi menjatuhkan, atau mengangkat derajat si pemberi kritik itu. Kita hanya perlu menggunakan dua opsi; menerima bila benar, dan mengabaikan bila tidak benar. Kita tak perlu membantah, jika tak ingin dianggap--seperti yang dikatan sebelumnya--orang berhati kecil yang tak bisa menerima kritik.
***
dinihari, akhir Mei 2012
Rebana, Harian Analisa, 03 Juni 2012
Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 8:09 PM

Saturday, June 2, 2012

Six Elements: Ketika Sangkakala Berbunyi

Dikisahkan, Etahr, sebuah dunia telah dilanda perang berkepanjangan dari masa ke masa, di bawah tekanan ZAVOD-O,  sang dewi kehancuran yang memiliki hasrat besar untuk menguasai dunia. Akan tetapi, mereka yang menjunjung tinggi keadilan tidak membiarkan hal itu terjadi begitu saja. Adalah Shi'aRa yang kemudian mengorbankan jiwanya untuk menyegel kekuatan jahat ZAVOD-O. Namun, diyakini bahwa sebelum riwayat Shi'aRa sendiri berakhir, sang pahlawan sempat mentransferkan kekuatan terakhirnya pada 6 elemen gem (mutiara), yang kemudian terpencar di berbagai pelosok Etahr.

Puluhan tahun Etahr melewati masa yang tenang, hingga kembali beredar kabar, bahwa ZAVOD-O akan kembali bangkit lagi. Sebuah kabar yang ternyata tidak sekadar mimpi buruk, tetapi fakta besar bahwa Etahr tengah terancam kembali terpuruk pada masa-masa sulit. Selama puluhan tahun, ternyata ZAVODS (para anak buah ZAVOD-O) tidak berdiam diri, dan terus berusaha mencari jalan untuk merusak kekuatan jiwa Shi'aRa yang menyegel pemimpin mereka, ZAVOD-O.

Dalam kepanikan itu, satu-satunya harapan yang terpikirkan oleh para penduduk Etahr adalah kisah tentang kekuatan terakhir Shi'aRa yang terdapat pada 6 elemen gem. Sebelum ZAVOD-O benar-benar bangkit kemabali, mereka pun memutuskan untuk coba mengumpulkan kembali ke-6 gem tersebut. Akan tetapi, rencana tak selamanya berjalan dengan mulus. Pada dasarnya penduduk Etahr terbagi menjadi tiga suku--Dyrio, Katal, dan Zerua--yang ternyata tidak dapat hidup berdampingan secara akur. Antara ancaman kejahatan dari ZAVODS, hasrat untuk menjadi suku terkuat, serta harapan besar untuk menyelamatkan dunia, sangkakala pun kembali berbunyi. Demikianlah, perang kembali terjadi pada Etahr...

Visitor, Anda tidak sedang membaca dongeng, melainkan sedikit review dari sebuah game online ponsel terbaru yang dikembangkan oleh KotaGames, yakni Six Elements (SE). SE merupakan sebuah game yang membutuhkan strategi, seperti bagaimana mengembangkan benteng, siege, dan juga kuil, agar dapat mempermudah proses perang menghadapi pihak musuh. Selain itu, cukup dibutuhkan juga kerjasama antara sesama pemain dalam sebuah suku, untuk memeroleh sebuah kemenangan. Tidak hanya menawarkan permainan perang dan pertarungan antar user, dalam SE, terdapat juga beberapa misi unik lainnya seperti memasuki dungeon untuk meningkatkan level, atau sekadar menggali area pertambangan untuk memeroleh emas dan ore (bahan utama untuk membangun kota), atau bahkan gem!

Ketika permainan baru dimulai, Anda akan diminta untuk memilih suku di mana Anda akan mengabdi dan berjuang bersama teman-teman user lain yang sebelumnya telah tergabung. Masing-masing suku memiliki kelebihan yang berbeda-beda. Berikut sedikit ulasan tentang masing-masing suku:

Suku Dyrio merupakan suku para prajurit serigala. Seiring berkembangnya level, pejuang Dyrio akan berevolusi menjadi bentuk-bentuk lain yang semakin kuat. Kelebihan dari suku ini adalah dalam membangun kuil, dan memiliki energi bertarung yang mudah pulih.


Suku Katal merupakan suku para prajurit hiu. Sama seperti pejuang Dyrio, seiring berkembangnya level, pejuang Katal juga akan berevolusi menjadi bentuk-bentuk lain yang semakin kuat. Kelebihan dari suku ini adalah dalam membangun siege, dan memiliki daya attack tinggi yang akan sangat membantu dalam proses perang.

 
Suku Zerua merupakan suku para prajurit elang. Pejuang Zerua juga akan mengalami proses evolusi ke bentuk-bentuk lain yang semakin kuat, seiring berkembangnya level. Kelebihan dari suku ini adalah dalam membangun benteng, dan memiliki daya defense terbaik dibandingkan dengan suku lain.

Nah, sekarang tunggu apa lagi? Segera kunjungi m.kotagames.com! Di sana Anda akan menjumpai beberapa game yang dapat dimainkan—salah satunya adalah Club War Advance yang juga telah pernah di-review Art Dimension di sini—kemudian pilihlah Six Elements! Sekadar sedikit bercerita, penulis juga berada di sana sebagai pejuang dari Suku Katal. Mari berjuang bersama!


Lea Willsen, 2012
Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 2:00 PM

Sunday, May 27, 2012

108 Kisah Inspiratif Menuju Kebahagiaan



Judul: Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 3!
Penulis: Ajahn Brahm
Tebal: 308 halaman
Penerbit: Awarness Publication

SEBUAH eksperimen di Harvard beberapa tahun yang lalu pernah diadakan untuk menguji bagaimana orang-orang sering memiliki persepsi yang melenceng dan mempertahankan persepsi tersebut.
Dalam eksperimen tersebut, beberapa mahasiswa diminta duduk dan menyaksikan kilasan gambar di sebuah layar televisi. Pertama-tama, gambar diperlihatkan dengan sangat cepat dan hanya sekedipan saja. Mahasiswa diminta untuk menuliskan apa yang berhasil mereka lihat. Dan, semua mahasiswa hanya mampu melihatnya sebagai cahaya saja.
Oleh penguji, waktu paparan gambar pun ditingkatkan sedikit demi sedikit. Dari seperseratus detik, dua per seratus detik lamanya, dan seterusnya.
Ketika paparan gambar—yang menunjukkan sebuah sepeda sedang diparkir di sebuah universitas—semakin lama semakin jelas, ada mahasiswa yang mempersepsikan apa yang dilihatnya sebagai sebuah kapal.
Hal yang menarik adalah, mahasiswa tersebut terus-menerus menuliskan apa yang dilihatnya sebagai kapal, meski waktu paparan gambar telah demikian lama dan gambar semakin jelas terlihat bahwa itu bukanlah sebuah kapal. Dan, dibutuhkan waktu yang amat lama untuk membuatnya menuliskan apa yang dilihatnya menjadi sesuai dengan yang  diperlihatkan.
Dalam Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 3, melalui kiasan dan fakta sederhana, Ajahn Brahm mengajak kita untuk menyadari bagaimana persepsi lama selalu bekerja dan terpatri dalam benak kita, sehingga membuat kita melihat seluruh dunia ini sesuai dengan pandangan kita, meskipun pandangan tersebut keliru adanya. Sering karena mempertahankan persepsi yang diyakini, pertengkaran antar manusia pun timbul. Dan, sering dibutuhkan waktu yang lama untuk mampu meluruskan ataupun menerima gambaran yang benar sejatinya.
Lahir di London, 7 Agustus 1951, Peter Betts adalah seorang Sarjana Fisika Teori lulusan Universitas Cambridge akhir tahun 1960. Pada usianya yang ke-23 tahun, Peter muda memutuskan untuk menjadi seorang petapa dalam tradisi hutan kuno di Thailand Timur Laut dan kemudian ditahbiskan dengan nama Ajahn (guru) Brahm (Brahmavamso= silsilah luhur).
Suka dan duka Ajahn Brahm dalam pelatihannya selama 9 tahun di belantara Thai, di kemudian hari selalu dikisahkannya dengan mega cinta kepada orang-orang sebagai pembelajaran dan penghiburan untuk mencapai keharmonisan, pembebasan, pemaafan, kedamaian, kebijaksanaan dan kebahagiaan hidup.
Di antara 108 kisah inspiratif yang termaktub, terdapat kisah Retakan pada Gelas (hlm. 294) yang memberi kiasan kepada kita bahwa pada setiap gelas sesungguhnya memiliki retakan yang tak kasat mata. Suatu hari, jika seseorang menendangnya atau menjatuhkannya, gelas tersebut akan pecah dan retakannya akan terbuka.
Gelas dalam perumpamaan tersebut adalah manusia dan hubungannya dengan pasangan, anak-anak, dan sahabat maupun dengan binatang peliharaannya.
Segala sesuatu yang ada dan berada dalam kebersamaan, adalah tidak kekal dan akan ada hari di mana perpisahan pasti terjadi. Karena gelas (hubungan yang ada) bersifat rapuh dan mudah pecah, maka kita perlu merawatnya dengan baik melalui kebiasaan dan perilaku kita terhadapnya. Sebab dalam realitanya, mungkin kita tak lagi berkesempatan mengucapkan kata maaf ketika orang/benda tersebut telah tiada.
Dalam sebuah konseling, seorang gadis datang menemui Ajahn Brahm dan terus menundukkan kepalanya menatap lantai. Apa masalahnya? Ternyata, dia merasa ada yang salah dengan hidungnya. Hidungnya terlalu besar, begitu pikirnya!
Setelah memintanya mengangkat kepalanya, Ajahn Brahm mengatakan tak ada yang salah. Hidung gadis tersebut adalah ukuran rata-rata dan sama sekali tidak jelek.
Manusia, demikianlah adanya. Selalu ada yang salah dengan diri maupun lingkungannya. Jika bukan hidung yang terlalu besar, maka pasti dirasakan ada gigi yang bengkok atau rambut yang jelek. Dengan batin yang selalu mencari-cari kesalahan, itulah sumber penderitaan.
Banyaknya masalah yang ada, sering timbul disebabkan orang-orang hanya melihat dan mencari kesalahan dalam diri sendiri maupun pasangannya dan juga orang lain. Itulah mengapa untuk meraih kebahagiaan, kita harus berhenti mengeluh dan memiliki kewelasan terhadap diri dan orang-orang yang hidup bersama kita. Sebab, mereka sesungguhnya telah berusaha yang terbaik yang mereka sanggup lakukan, seperti tertulis dalam kisah Kasihanilah Diri Sendiri (hlm. 207).
Menyusul seri terdahulunya (Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 1 & 2) yang berhasil menduduki rak buku best seller, Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 3 pun merupakan buku yang mampu demikian mencerahkan, menghibur, menginspirasi dan memotivasi pembacanya yang berasal dari berbagai kalangan dan lintas agama.
Alih-alih mengeluh, menyalahkan diri sendiri dan orang lain maupun takdir, kita sesungguhnya dapat belajar mengenai apa hidup itu sesungguhnya.
Peresensi: Liven R


Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 4:51 PM

Friday, May 18, 2012

KMP+ 3.2.0.0: Video Player 3D yang Canggih dan Ringan





Kita semua tahu--dan ini fakta--pengguna komputer di Indonesia lebih gemar menggunakan program gratisan yang tak perlu mengorek kantong lagi. Tak peduli program itu harus dijalankan dengan fake register code, crack, atau sejenisnya, yang penting harus 100% gratis. Katakanlah, kalau pun bukan karena budaya curang yang mengakar, ternyata banyak orang Indonesia yang tidak paham cara membayar, atau malas mencoba hal-hal yang dianggap ribet. Prinsipnya; kalau ada yang mudah, mengapa cari yang susah? Hehehe...

Baiklah, bagi yang tidak dapat menikmati fitur 3D dari video player terkemuka, jangan keburu kecewa. Di sini kita akan menikmati fitur 3D dari program lain, KMP+ 3.2.0.0, atau yang lebih dikenal sebagai KMPlayer 3.2.0.0. Size exe dari KMPlayer hanya berkisar antara 27 MB saja. Selain itu, KMPlayer adalah program yang 100% gratis!

Anda layak mencoba KMPlayer. Meskipun program gratis, kenyaannya KMPlayer bukan sembarangan program yang miskin fitur dan sering error. Pada KMPlayer, Anda dapat menemukan berbagai fitur canggih yang bahkan tidak ada pada video player terkemuka lainnya. Anda bebas mengubah codec video, efek terang-redup, tajam-buram, warna, zoom, rotate, mirror, kecepatan video, menjalankan video di desktop, screenshot, menu DVD, equalizer, dan masih banyak lagi. KMPlayer juga telah kompatibel dengan segala jenis file umum yang sering ditemukan, termasuk MP3.

Oleh sebab begitu lengkapnya menu pada video player satu ini, sebenarnya sejak beberapa tahun lalu--ketika masih versi 1.4.0.0--penulis telah menjadikannya sebagai video player utama di komputer.

Download di sini.



Salam,
Admin
Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 11:18 PM

Thursday, May 17, 2012

BlueStacks: Menjalankan Aplikasi Android di Komputer



Dewasa ini perkembangan teknologi gadget kian maju, dan terus menghadirkan berbagai versi baru yang amat menggiurkan. Kenyataannya--disadari atau tidak--teknologi komputer masih selalu yang terunggul. Mengapa? Alasannya cukup sederhana, ketika file jar hanya dapat dijalankan OS Java, sis untuk Symbian, dan apk untuk Android, tetapi dimulai dari jar, sis, apk, MP3, MP4, doc, WMV, JPG,PNG, gif, dan ratusan jenis lainnya dapat dijalankan oleh komputer! Komputer adalah TV, perangkat audio, telepon, kalkulator, alat musik, jam, kalender, mesin tik, PS 1, PS 2, DVD player, converter, alat lukis, penghasil uang (ups!), dan masih banyak lagi 'jelmaannya'! Masalahnya tinggal pintar-pintarlah pengguna sendiri menginstalkan program-program yang dibutuhkan, atau merakit program itu secara manual.

Masuk tujuan utama postingan kali ini, menjalankan aplikasi Android di komputer. Yang Anda butuhkan adalah sebuah emulator. Untuk itu, instalkanlah emulator dengan nama BlueStacks pada komputer Anda.

Ukuran BlueStacks lumayan berat--hampir 100 MB--namun jangan heran, karena dalam program tersebut telah dilengkapi beberapa aplikasi bawaan yang dapat langsung Anda coba, tanpa repot mencarinya di tempat lain lagi. Download BlueStacks di: http://bluestacks.com/download.

Selain menjalankan aplikasi Android di komputer, bila Anda memiliki gadget Android yang telah diinstalkan aplikasi BlueStacks Cloud Connect, maka Anda dapat menyinkronisasi aplikasi-aplikasi Android Anda dengan komputer. Download BlueStacks Cloud Connect di: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bluestacks.appsyncer.

2L, 2012
Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 4:39 PM

Menjalankan File Jar di Komputer

File jar pada dasarnya adalah file java yang hanya dapat dijalankan di ponsel atau perangkat yang mendukung java. Namun, ketika hendak menjalankannya di komputer—misalkan online dengan Opera Mini di komputer—biasanya kita dapat mengandalkan emulator SjBoy. SjBoy juga bukan program baru dan sudah cukup lama dikenal. Tetapi, sayangnya SjBoy masih memiliki banyak kekurangan, semisal gambar Opera Mini menjadi tak bisa ditampilkan, tidak dapat menjalankan Opera Mini 5 ke atas, dan masih banyak lagi file jar lainnya yang ditolak.

Di sini kita akan menggunakan program lain untuk menjalankan jar. Berdasarkan apa yang telah penulis coba, program ini jauh lebih baik daripada SjBoy, karena gambar pada Opera Mini berhasil ditampilkan, dapat pula menjalankan Opera Mini 5 ke atas, serta berbagai file jar lainnya. Selain itu, kita juga dapat mengatur tinggi-lebar layar sesuka hati, tidak seperti SjBoy yang tergantung pada plugin-plugin tertentu.

Program tersebut bernama KEmulator, dapat di-download di sini. Namun, sebelum KEmulator dijalankan, pastikan terlebih dulu bahwa komputer Anda telah terpasang Java Runtime. Bila belum, download di sini.

Memainkan Angry Birds s60v5 dengan resolusi 640x360

Opera Mini 5 full screen yang sengaja dijepret dengan ponsel biar lebih meyakinkan

Untuk mengatur tinggi-lebar layar, jalankanlah terlebih dulu file jar bersangkutan, kemudian klik "View", "Option", ketikkan angka tinggi-lebar yang diinginkan pada kolom yang tersedia, "Ok", "File", dan yang terakhir "Restart". Untuk full screen, gunakan ukuran 1024x700. Mungkin Anda bertanya, mengapa bukan 1024x768 pada umumnya. Alasannya karena Anda harus memberikan sedikit sisa ruang pada layar agar dapat menampilkan menu-menu umum KEmulator yang berada di bagian atas.


2L, Mei 2012
Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 3:27 PM

Wednesday, May 9, 2012

10 Jenis Status FB yang Menyebalkan

Kita semua tahu, update status adalah hak setiap pengguna Facebook (FB). Namun--tak dapat dipungkiri--ternyata tetap saja ada status-status tertentu yang kerap digolongkan sebagai status menyebalkan. Status seperti apakah itu?

Setelah melalui survey dan diskusi dengan para pengguna FB di berbagai forum dan grup, di sini penulis berhasil mengumpulkan sepuluh jenis status yang kerap dianggap menyebalkan. Keseluruhan hasil yang diperoleh sebenarnya lebih banyak. Namun dengan berbagai pertimbangan, yang ditampilkan cukup hanya sepuluh jenis, yang tentunya merupakan 'sepuluh besar' dari sekian jenis status menyebalkan yang sempat disebutkan. Berikut:

1. Status Keluhan
Ketika seseorang sedang dalam masalah--entah itu masalah serius atau sekadar lebay--sering kali bertubi-tubi melampiaskannya ke status, tanpa sadar entah sudah berapa temannya yang sudah minta ampun dalam hati membaca semua itu. Umumnya status demikian berhubungan dengan masalah keluarga, pergaulan, cinta, dan ditujukan pada orang tertentu.


2. Status Hujatan
Status yang berisi luapan emosi yang tak terlampiaskan secara langsung, menghujat, memaki, mengutuk, dan terus menjelek-jelekkan orang-orang tertentu. Biasanya status demikian ditujukan secara tidak langsung kepada suami/isteri (sekalipun tak terhubung di FB), pacar, teman, guru, bahkan orangtua.

3. Status Kasmaran
Status orang yang sedang kasmaran atau merayu-rayu pasangannya di publik (status FB). Status demikian biasanya berisi kalimat-kalimat sok puitis yang menjijikkan dan lebih cocoknya diletakkan di inbox yang bersangkutan.

4. Status Caper
Status caper atau cari perhatian adalah status yang terus mempromosikan/membanggakan diri sendiri, baik secara fisik yang digambarkan melalui kata-kata ataupun sifat dan pribadi. Status caper bisa pula berupa rangkaian kalimat-kalimat untuk menarik simpati lawan jenis.

5. Status Alay
Status yang ditulis dengan tulisan alay. Contoh; h4r1 1n! Q x'r4P4n 3n4k. 4P4 x'r4p4nmu h4r1 1n!, t3m4n"?

6. Status yang Berulang
Yang dimaksudkan status berulang adalah status yang telah berkali-kali pernah di-update (bahkan juga oleh orang lain), namun masih saja terus di-update. Contoh; capek, ngantuk, bosan, i love you...

7. Status yang Terus Muncul
Jika sebelumnya kita membicarakan isi status yang berulang, yang satu ini isi statusnya tidak berulang, namun si empu benar-benar memiliki 'hobi' puluhan kali update status dalam sehari, dan hampir menutupi seluruh home teman-temannya. Misalkan, pagi-pagi update status, sepuluh menit kemudian update lagi, lima menit kemudian update lagi, satu jam kemudian update lagi, dan seterusnya hingga tengah malam.

8. Status yang Meminta Dukungan
Si empu sedang mengikuti kuis atau apa pun itu yang membutuhkan dukungan 'like', kemudian tag nama-nama temannya seperti berikut; Budi Kustono, Anwar Sudarma, Tika Marissa, Endang Harina, Evan Wandita, dan Rina Farinda, ayo bantu like foto saya di link sekian-sekian. Masih kurang sekitar 20 jempol! Ayo dukung! Ayo dukung!

9. Status yang Mengusik Privasi
Status yang mengusik privasi ialah status yang secara terang-terangan ataupun sembunyi-sembunyi melibatkan orang tertentu. Kadang bahkan di-tag langsung ke orang tersebut. Contoh; Nurul Halifah, bagaimana kelangsungan hubunganmu dengan si Ricky Sasono?!

10. Status Bijak
Memang status bijak banyak disukai pembaca dan kerap mendapatkan jempol. Namun, yang tidak menyukai status demikian juga cukup berimbang dengan yang suka. Biasanya pihak yang tidak suka kerap menuding si empu sok suci, sok bijak, munafik, pintar bicara, dan lain sebagainya, tak peduli sekalipun si empunya adalah motivator handal.


2L, 2012
Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 10:48 PM

Entri Populer