Showing posts with label Internet. Show all posts
Showing posts with label Internet. Show all posts

Tuesday, December 13, 2016

Meningkatkan Kualistas Grafis dari Need for Speed No Limits



Menyambung postingan sebelumnya yang membahas tentang salah satu game balap berkualitas yang ada pada sistem operasi Android, yaitu Need for Speed No Limits, postingan kali ini kita akan mempelajari cara untuk meningkatkan kualitas dari grafis default yang ditawarkan. Kita semua tahu, walau tidak melakukan apa pun, pada dasarnya kualitas grafis yang dimiliki oleh setiap seri Need for Speed sudah cukup baik dibandingkan dengan sejumlah game balap lainnya. Tetapi, tanpa banyak diketahui oleh para pemainnya, pihak pengembang—Electronic Art dan Fire Monkey—diam-diam masih menanamkan sebuah trik khusus yang memungkinkan kita untuk meningkatkan kualitas grafis dari game tersebut.
Adapun beberapa perbedaan yang akan terasa ialah game Need for Speed No Limits akan menjadi memiliki lokasi balap dengan setting hujan, peningkatan detail body mobil maupun objek-objek lainnya, tanah yang akan terlihat basah dan memantulkan objek-objek di atasnya. Kualitas pencahayaan yang lebih detail, kualitas kamera (sudut pandang) yang lebih baik dengan adanya efek blur pada kondisi tertentu, ban mobil yang akan mengeluarkan asap ketika melaju cepat, hingga objek-objek pada jalanan—semisal tiang listrik atau lampu jalanan—yang akan hancur atau terpental ketika tanpa sengaja tertabrak oleh kita. Untuk lebih jelas, coba amati beberapa capture di bawah.

Jalanan terlihat lebih jelas

Efek cahaya serta tekstur pada lantai lebih detail

Ruangan lebih terang dan objek terlihat lebih jelas

Jalanan terlihat basah

Lampu bagian depan mobil lebih tajam

Kualitas setiap objek lebih detail dan kontras

Objek di kejauhan lebih jelas berkat lampu depan yang terang

Jalanan terlihat basah dan memantulkan objek di atasnya. Lampu penerang jalan di kejauhan juga terlihat lebih jelas

Goresan pada body mobil

Kita akan memulai tutorial untuk meningkatkan kualitas grafis pada Need for Speed No Limits, di mana kita cukup mengubah sejumlah setting yang ada pada sebuah file dengan ekstensi json yang tersimpan pada lokasi penyimpanan data-data game tersebut yang ada pada smartphone bersangkutan. Hal yang perlu Anda ketahui di sini ialah dengan memodifikasi file json, ada grafis yang mengalami peningkatan, dan ada juga yang terkadang malah mengalami bugs dan menunjukkan tampilan yang tidak semestinya, yang umumnya disebabkan oleh tidak mendukungnya hardware GPU pada masing-masing perangkat. Namun, ini tidak akan berakibat fatal. Bahkan ketika Anda ingin mengembalikan kondisi seperti semula, Anda tidak harus memperbaiki file json yang telanjur diubah. Anda cukup membuang file tersebut, dan secara otomatis file akan kembali tercipta dengan format default ketika game kembali dijalankan.
Pertama, agar lebih praktis dan menghemat waktu, Anda bisa langsung mengunduh file json yang telah penulis sesuaikan melalui link di bawah. Terdapat 4 versi dengan level kualitas grafis yang berbeda-beda. Semakin tinggi versi grafis yang diinginkan, semakin dibutuhkan pula spesifikasi hardware yang lebih tinggi. Anda bisa sesuaikan sendiri berdasarkan spesifikasi hardware perangkat Anda. Misalkan ketika pada grafis level tinggi game mengalami bugs atau lags, maka cobalah grafis dengan level lebih rendah.

Grafis Level 1 - Penambahan suasana hujan pada malam hari

Grafis Level 2 - Penambahan suasana hujan pada malam hari - Penambahan objek-objek khusus seperti tiang listrik maupun partikel kecil lainnya

Grafis Level 3 - Penambahan suasana hujan pada malam hari - Penambahan objek-objek khusus seperti tiang listrik maupun partikel kecil lainnya - Penambahan berbagai efek seperti kabut maupun peningkatan bayangan serta pencahayaan  

Grafis Level 4 - Penambahan suasana hujan pada malam hari - Penambahan objek-objek khusus seperti tiang listrik maupun partikel kecil lainnya - Penambahan berbagai efek seperti kabut maupun peningkatan bayangan serta pencahayaan - Peningkatan kualitas tampilan untuk setiap objek serta efek tambahan

Pastikan game sedang tidak dalam kondisi berjalan baik di depan atau di belakang layar, lalu pindahkan file json ke direktori Internal\Android\data\com.ea.game.nfs14_row\files\var. Timpa file yang asli, atau yang bernama graphicsSettings.json. Coba jalankan game, dan lihat perbedaannya. Khusus pada suasana malam, biasanya setting akan berubah menjadi berhujan.
Bila ternyata keempat file json kurang cocok dengan smartphone Anda, atau malah mungkin ada beberapa dari kita yang sebenarnya smartphone-nya terlalu berat menjalankan game Need for Speed No Limits dan ingin coba menjalankannya dengan kualitas grafis di bawah default agar lebih ringan, bisa juga menerapkan setting sesuai keinginan sendiri. Caranya, copy kembali file json ke komputer/laptop, buka Notepad, lalu buka file json tersebut dari menu Open yang ada pada Notepad. Anda akan mendapati beberapa bagian bertuliskan false atau true. Anda bisa mengubahnya sesuai kebutuhan. False berarti mematikan fitur, dan true berarti kebalikannya, menghidupkan fitur bersangkutan.  Akan tetapi, khusus untuk bagian  "override", biarkan tetap dalam posisi true. Pada bagian-bagian tertentu yang mengandung kata “level”, tentukan untuk menggunakan nilai 0 sampai 4 (tidak boleh lebih). 0 berarti kualitas terendah, dan 4 berarti kualitas terbaik (tidak semua smartphone dapat menjalankan kualitas terbaik).
Untuk mempermudah pengeditan, Anda bisa meng-cut isi teks dari file json tersebut ke situs http://jsonlint.com, kemudian klik Validate JSON. Situs tersebut akan membantu Anda memisahkan baris demi baris pada teks yang semula berdempetan. Setelah selesai, copy kembali teks ke Notepad di mana Anda mengambilnya tadi, Save, pindahkan kembali file ke smartphone, dan coba tes lagi game tersebut. Apabila terjadi gangguan atau error pada tampilan, Anda bisa coba ubah kembali sejumlah setting yang mungkin berpotensi menjadi penyebabnya.
Bagi yang tidak memungkinkan mengedit file json dengan komputer/laptop, bisa juga melakukannya dengan aplikasi Json Genie FREE yang bisa diunduh melalui PlayStore. Hal penting yang perlu diingat adalah baik mengedit json dari komputer/laptop atau aplikasi, file json yang telah diedit tidak bisa langsung di-save pada direktori Internal\Android\data\com.ea.game.nfs14_row\files\var. Jadi, save ke lokasi lain terlebih dulu, baru pindah dan timpa yang sudah ada. Sebagai penutup, Anda juga bisa memutar video yang menampilkan perbedaan antara sebelum dan sesudah penyesuaian grafis melalui file json. Coba juga baca Strategi Memenangkan Fastlane pada Need for Speed NO Limits.

Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 12:58 PM

Wednesday, November 23, 2016

Tampilan Baru dari Dasbor Blogger



Bagi para blogger yang mengakses halaman Blogger atau dasbor terhitung sejak 23 November 2016, mungkin Anda akan dikejutkan tampilan baru yang dimiliki halaman beralamatkan blogger.com tersebut. Bisa dikatakan, sejak dua-tiga tahun terakhir, kali inilah dasbor Blogger kembali mengalami perubahan besar, di mana dari pihak pengembang sendiri menjelaskan bahwa tujuan utama dari perubahan tampilan tersebut ialah agar terlihat lebih sederhana.

Terlepas dari masih tetap dipertahankannya tema dominan putih-jingga khas halaman dasbor dan juga sejumlah nama-nama menu yang ada, penyederhanaan memang  cukup terasa, di mana kini begitu masuk ke halaman tersebut, kita sudah dapat langsung memeriksa daftar pos dari blog yang memiliki pos terbaru. Misalkan saja bila Anda memiliki tiga buah blog dalam satu dasbor dengan nama “Blog Contoh 1”, “Blog Contoh 2”, dan “Blog Contoh 3”, kemudian yang terakhir Anda tambahkan entri atau pos adalah “Blog Contoh 2”, maka daftar pos dari blog itu jugalah yang akan ditampilan sebagai halaman utama.



Lantas, bagaimana bila hendak melihat daftar pos dari blog lainnya? Tidak sulit! Anda cukup membentangkan menu drop down yang ada pada sudut kiri atas, kemudian berpindah ke blog lain. Selain mengakses halaman Pos, untuk mengakses halaman Statistik, Tata Letak, Template, maupun Setelan dan lain sebagainya, cara yang digunakan juga sama. Hal menarik dari menu drop down baru ini ialah secara otomatis menu tersebut dapat mengelompokkan blog-blog Anda sebagai “Blog Terbaru” untuk blog yang memiliki pos terbaru, dan “Semua blog” untuk keseluruhan blog yang dimiliki. Tidak hanya itu. Untuk kepentingan pembuatan blog baru, menu tersebut ternyata juga diletakkan di dalam menu drop down—berada di posisi paling bawah.



Dengan demikian, para blogger kini tidak akan melihat halaman utama dari dasbor Blogger lagi, yang biasanya menampilkan  sejumlah blog yang ada dalam bentuk kolom, lengkap dengan tampilan statistik visitor berukuran kecil, tombol Entri Baru dengan icon pensil yang cukup nyaman di mata, dan juga sejumlah menu lainnya.



Jadi, bagi yang terbiasa menerbitkan pos baru dengan tombol Entri Baru ber-icon pensil, sekarang—bila dari dasbor—kita harus memilih blog bersangkutan terlebih dulu melalui menu drop down, baru kemudian klik tombol Entri Baru yang berada pada halaman Pos. Jangan heran bila perubahan ini justru membuat beberapa blogger kebingungan dengan cara menerbitkan pos baru.



Secara pribadi, penulis merasa tampilan baru yang katakanlah lebih sederhana ini, sebenarnya kurang terlihat menarik dibanding tampilan sebelumnya. Penulis membayangkan itu seperti tindakan meniadakan kover dari sebuah buku, lantaran buku itu ingin terlihat lebih sederhana—langsung terlihat isinya begitu diamati.

Selain ‘kover’ Blogger yang ditiadakan, fitur lain yang juga tak kalah menjadi korban ialah Daftar Bacaan—ruang yang berfungsi untuk menampilkan pos terbaru dari blog lain yang diikuti. Sebelumnya daftar bacaan akan langsung terlihat di bagian bawah dasbor, lengkap dengan judul, foto, kemudian ringkasan pos. Sekarang—pada tampilan baru Blogger—daftar bacaan malah hanya berupa link mungil yang diletakkan di bagian bawah deretan menu sebelah kiri. Ke depannya, link ini mungkin akan menjadi jarang diklik.



Namun, tidak masalah. Penulis yakin para blogger akan dengan cepat terbiasa dan menyukai tampilan baru dari dasbor Blogger!
Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 2:34 PM

Monday, February 29, 2016

Bermula Ide Tombol Dislike, Facebook Menambahkan Fitur Tanggapan Kiriman



Setelah lama kita mendengar kabar akan ditambahkannya tombol dislike oleh Facebook (FB), kemudian kita juga sempat menduga-duga atau berharap cemas untuk mencoba fitur baru tersebut, ternyata wacana penambahan tombol baru (selain like) tersebut telah terealisasi. Namun, kelihatannya FB memutuskan untuk membatalkan penggunaan sebutan dislike untuk fitur baru mereka itu.

Tak mengherankan, mengingat banyak dari kita yang mungkin menduga tombol itu akan sangat bermanfaat untuk memberi pelajaran kepada para pengepos konten menyebalkan, pada intinya tujuan FB sama sekali tidak mengarah ke sana. Seperti yang telah disebutkan pihak FB sebelumnya, bahwa fungsi penambahan tombol itu tak lain ialah hanya untuk menyesuaikan tanggapan untuk sejumlah pos bertema malang, miris, apes, atau hal negatif lainnya, yang semestinya memprihatinkan, dan kurang pantas untuk diberi like.

Seorang ibu meng-update status, “Pagi ini saat berjalan keluar rumah aku disenggol jatuh oleh sebuah motor....” Selang beberapa menit, bermunculanlah dua tiga temannya yang memberi like! Tidakkah ini lucu dan terkesan mensyukuri kejadian nahas itu?!

Oleh sebab itu, kini FB telah menambahkan sejumlah tombol baru (lebih dari satu tombol baru) bagi pos yang mungkin kurang cocok diberi like. Namun, seperti yang dijelaskan di atas tadi, tombol itu juga tidak jadi menggunakan sebutan dislike, melainkan: love; haha; wow; sad; dan angry. Kalau dalam versi bahasa Indonesia, menjadi: super; haha; wow; sedih; dan marah.



Fitur tombol-tombol baru (atau yang juga diperkenalkan dengan nama Tanggapan Kiriman) kelihatannya juga mulai disosialisasikan kepada para pengguna FB yang membuka website tersebut melalui komputer selama beberapa hari terakhir, di mana akan ditampilkan sebuah dialog ketika kita baru memasukinya.



Hanya saja, ketika artikel ini ditulis (29 Februari 2016), kelihatannya fitur tombol baru FB belum benar-benar bekerja sebagaimana mestinya. Pasalnya, berbeda dengan tombol like yang selalu memunculkan pemberitahuan kepada si pengepos (penerima like), tombol-tombol baru FB belum dapat memunculkan pemberitahuan tersebut. Jadi, satu-satunya cara untuk mengetahui ada atau tidaknya kita mendapatkan tanggapan selain like ialah mengunjungi timeline dan mengecek pos bersangkutan secara langsung.



Selain itu, tombol baru juga kelihatannya belum tersedia pada versi FB lainnya, semisal m.facebook.com. Tidak masalah. Secara berkala FB pasti akan memperbaiki fitur tersebut!
Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 12:20 PM

Wednesday, February 3, 2016

Ayo blogging!



Ayo blogging! Sesuai dengan judul, inilah yang hendak penulis sampaikan kepada kita semua, guna membangkitkan kembali semangat para blogger untuk eksis mengisi blog masing-masing yang mungkin sudah cukup lama—entah itu beberapa bulan atau bahkan tahunan—ditinggalkan.
Penulis sempat kaget ketika hari ini (3 Februari 2016) iseng-iseng mengecek sejumlah page maupun group blogger yang ada di situs jejaring sosial FB. Kendatipun sejumlah page dan group tersebut memiliki pengikut atau anggota yang rata-rata mencapai empat digit, tetapi rata-rata postingan terakhir yang terlihat adalah antara 2013 hingga 2014. Apa artinya ini?!
Benar sekali! Bisa dikatakan, selama 2015, aktivitas blogging di dunia maya cenderung lesu. Sedikit banyak, penulis memprediksikan hal tersebut dipengaruhi oleh tren baru, di mana netizen kini cenderung lebih memilih memublikasi berbagai hal melalui situs-situs jejaring sosial, seperti FB, IG, dan yang sejenisnya. Di samping itu, peraturan Google yang kerap ketat dan keras bagi para blogger untuk memperebutkan posisi unggul di mesin pencari, juga mengakibatkan blogger-blogger pendatang baru cenderung lebih memilih media jejaring sosial yang ramai, daripada media weblog yang seringnya sepi kunjungan ketika masih seumur jagung.
Kebiasaan penggguna internet juga berpengaruh terhadap turunnya minat blogging. Kita ambil satu contoh, ketika dalam sebuah jejaring sosial terdapat sebuah postingan yang dianggap menarik, maka para netizen dengan inisiatif sendiri untuk membagikannya, kemudian yang lain juga mengikuti jejak tersebut, sehingga dalam waktu singkat saja postingan itu menjadi populer. Sementara kalau di weblog, meskipun terdapat menu share, 99 dari 100 visitor cenderung hanya membacanya untuk diri sendiri, kemudian tak merasa perlu untuk membagikannya kepada yang lain. Apa sebab?
Mengenai masalah share atau tidak, hal itu mungkin disebabkan oleh adanya fitur kustomisasi tampilan pada setiap blog, sehingga beda blog beda rasa, dan visitor yang baru sekali dua kali berkunjung tidak begitu akrab dengan menu share yang entah diletakkan di bagian mana. Kalau di jejaring sosial, tampilan lebih ramah pengguna. Posisi dari menu share yang terdapat pada setiap akun juga sama. Jadi, kecanggihan dari fitur kustomisasi tampilan sebuah weblog, justru juga menjadi bagian dari kekurangannya.
Menyadari hal tersebut, dalam berbagai kesempatan penulis juga menyampaikan kepada sesama blogger untuk tidak melakukan kustomisasi berlebihan terhadap blog yang ada, sampai-sampai mengurangi kenyamanan visitor. Sebuah tampilan weblog yang baik ialah cantik, tetapi sederhana sekaligus ringan dan mudah diakses sekalipun dalam kondisi koneksi internet lemah.
Menoleh ke belakang
Sangat disayangkan memang apabila sebagai blogger kita membiarkan tren blogging secara perlahan meredup begitu saja tanpa adanya upaya untuk memperbaiki kondisi. Sebagai blogger, sudah semestinya bertanggung jawab untuk memelihara budaya blogging yang padahal sudah bertahan cukup lama.
Blogging sendiri juga bukan hal yang tidak bermanfaat. Melalui aktivitas tersebut, kita dapat melatih kemampuan menulis, mengasah pengetahuan, sekaligus berbagi ilmu kepada visitor. Ketika semua dari kita beranggapan bahwa Google adalah sumber ilmu pengetahuan atau informasi, maka sesungguhnya apa yang ditampilkan oleh mesin pencari itu ialah sebagiannya merupakan postingan dari berbagai blog yang dianggap relevan. Kita bisa membandingkannya, ketika Google justru menampilkan hasil pencarian yang bersumber dari postingan situs jejaring sosial, apa yang sering terjadi ialah ketika kita klik link tersebut, di dalamnya kita tidak menemukan apa yang sesuai dengan yang ditampilkan di luar tadi. Dan hal tersebut bisa terjadi karena dalam situs jejaring sosial sering kali sejumlah postingan ditampilkan sekaligus dalam satu URL yang sama (umumnya home), sehingga seiring tingginya pemakaian pemilik akun, postingan itu telah turun ke bawah hingga entah hilang ke mana, sementara yang terekam oleh Google justru masih berupa data lama.
Menyadari perbedaan kualitas hasil temuan Google terhadap postingan weblog dan jejaring sosial seperti yang dijelaskan di atas, kita dapat menarik benang merah, blog atau weblog masih menjadi sumber hasil pencarian Google yang lebih relevan. Ketika kita dengan mudahnya membiarkan tren blogging meredup begitu saja hingga mungkin suatu saat akan benar-benar ditinggalkan, kemungkinan besar ialah Google di masa yang akan datang tak akan ‘secerdas’ sekarang lagi. Ini memang hanya sekadar prediksi yang tidak mutlak, sementara teknologi dan internet cenderung berkembang pesat, kemudian sulit diprediksi ke depannya akan ada hal baru apa yang lebih potensial. Namun, tak ada salahnya sebagai blogger kita tetap mempertahankan tren tersebut, sekaligus saling melengkapi informasi di dunia maya yang mungkin akan bermanfaat bagi orang lain.
Tahun 2009 mungkin menjadi masa berjayanya tren blogging. Kala itu, para blogger mungkin hampir setiap hari mengisi blognya seperti ketika sekarang kita setiap hari mengisi postingan pada akun jejaring sosial kita. Dan semangat blogging di masa itu perlu kembali dikobarkan. Kalaupun kita memang tidak memiliki waktu untuk setiap hari mengisi blog, cobalah seminggu sekali, atau sebulan sekali. Jangan menelantarkan ‘rumah’ dunia maya kita!
Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 9:50 PM

Entri Populer