Saturday, May 28, 2011

Untuk yang Putus Cinta

Ini adalah sebuah catatan yang dibuat khusus untuk Anda yang sedang putus cinta. Maaf, bila Anda bukan salah satunya. Tetapi bila Anda adalah salah satunya, semoga catatan ini dapat memberi Anda manfaat positif.

Seperti apa sebenarnya putus cinta itu? Sakit? Ah, ya, sudah tentu pasti. Lalu apa yang Anda lakukan ketika perasaan sedih datang menikam? Menangis? Coba menelepon dan memohon-mohon kepadanya lagi hingga berkali-kali? Atau bahkan berpikir untuk bunuh diri?!

Baiklah, anggap saja menangis adalah sesuatu yang manusiawi. Sedangkan menelepon dan memohon kepadanya lagi boleh diartikan sebagai suatu upaya untuk memperbaiki hubungan, dengan menunjukkan masih betapa besarnya cinta Anda kepadanya. Namun ingatlah juga, jangan terlalu memaksakan kehendak dan membuat diri Anda seolah menjadi demikian 'murah' di matanya.

Kembali membaiknya suatu hubungan asmara yang telah sempat terputus tentu bukan karena adanya belas kasih atau semacamnya. Yang ada adalah masih adanya perasaan saling mencintai, bukan karena Anda memohon hingga dunia terbalik lantas dia merasa kasihan kepada Anda, dan mengorbankan dirinya untuk kembali mencintai Anda. Itu mustahil!

Dan untuk yang satu lagi, bunuh diri! Sebaiknya Anda buang jauh-jauh pemikiran tersebut. Kalau Anda berpendapat karena Anda sesungguhnya sangat mencintainya sehingga ingin bunuh diri ketika kehilangannya, maka penulis ingin katakan Anda terlalu egois! Mengapa?!

Karena Anda hanya terfokus dengan siapa yang Anda cintai, betapa menderitanya Anda tanpa dirinya, dan Anda sama sekali tak memikirkan betapa banyaknya orang-orang yang masih mengasihi Anda, bagaimana menderitanya mereka ketika kehilangan diri Anda. Contohnya, orangtua, saudara, sahabat atau teman, mereka pasti sengsara atas kepergian Anda, 'kan? Apalagi orangtua, mereka melahirkan serta membesarkan Anda dengan penuh harap suatu saat nanti Anda akan menjadi manusia yang seutuhnya, bukan manusia yang mati konyol karena menghadapi putus cinta.

Mungkin Anda akan berpendapat, bahwa Anda ingin bunuh diri karena Anda memiliki alasan tersendiri yang tak mungkin dapat dipahami oleh siapa pun. Namun sesungguhnya itu hanya satu kegilaan yang terlanjur meracuni pikiran Anda.

Sebagai seorang yang selalu percaya tentang adanya cinta sejati, penulis sarankan, bila Anda memang sangat mencintainya, janganlah 'menunjukkan cinta Anda' dengan cara membuatnya merasa bersalah atas kematian Anda, tetapi cintailah dia hingga akhir hayat tanpa memilikinya. Sanggup atau tidak?! Nah, kalau sanggup, barulah itu disebut cinta sejati; mencintai tanpa harus memiliki. Bila tak sanggup, maka tutuplah lembaran kisah sedih yang pernah ada. Lupakan dia.

Mulai saat ini, yakinkanlah diri Anda untuk bangkit kembali. Berhentilah menunjukkan sikap melankolis atas penderitaan cinta yang Anda alami, karena hal tersebut tak akan membawa perubahan. Andalah yang harus mengasihani diri Anda, karena hanya dengan belas kasih diri sendirilah, seseorang yang putus cinta dapat bangkit kembali.

Beberapa orang yang mengalami putus cinta hanya dalam waktu singkat saja telah kembali menemukan kebahagiaan cinta dari pasangan lain. Dan kenyataannya mereka bukan sekadar mencari pelarian atau pengganti untuk yang lama, namun mereka sungguh-sungguh berbahagia dengan pasangan yang baru! Mungkin saja Anda salah satunya juga. Prinsipnya seperti menggunakan air putih untuk menawarkan pedas di lidah, menggunakan pemikiran positif untuk menawarkan pemikiran negatif.



2L, 2011
Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 5:10 PM
Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

No comments:

Post a Comment

Silakan centang "Notify me" agar Anda memeroleh pemberitahuan.

Entri Populer