Friday, January 21, 2011

Penderitaan Pendengar Curhat



Dengan curhat, mungkin benar, terkadang hati seseorang akan menjadi sedikit lega, atau setidaknya merasa telah berhasil melampiaskannya dengan cara mengubah beban di hati menjadi rangkaian kalimat-kalimat untuk didengarkan si 'korban'. Namun sadarkah? Sesungguhnya kata "curhat" hanyalah sebuah istilah halus dari kegiatan berkeluh-kesah terhadap seseorang.

Mendengar curhat (keluh-kesah) seseorang bukanlah hal mudah. Selain kita harus memberikan waktu kita, kita juga dituntut bersikap sabar, mampu menghibur, atau memberi solusi. Dan bagaimana bila setelah semua pengorbanan itu kita berikan, masalah si 'pasien' masih tak kunjung selesai, dan malah semakin bertambah rumit?

Beda cerita bila kita adalah psikolog profesional yang memang mencari nafkah dari kegiatan mendengar curhat seseorang, namun kini kita hanya seorang biasa, yang tentunya juga memiliki rutinitas, beban pikiran tersendiri. Ya, praktis, mungkin segera setelah 'over dosis' mendengar curhatan orang lain, kitalah yang malah menjadi seorang yang stress atau depresi berat, serta butuh jasa seorang psikolog. Ini tidak mengada-ada.

Mendengar curhat tidaklah sama dengan mendengar gosip. Bila mendengar gosip, mungkin kita masih dapat menertawakan seseorang yang tengah digosipkan. Namun bila mendengar curhat, cenderung yang diceritakan adalah masalah lara, yang seolah membuat kita mau tak mau harus turut 'terseret' dalam perasaan orang yang tengah curhat dengan kita.

Pedahal, setiap individu, bahkan orang yang paling dekat sekali pun, tetap memiliki batas kemampuan untuk mendengar keluh-kesah seseorang. Maka dari itu, bila kita yang tengah berada pada posisi membutuhkan teman curhat, alangkah baiknya bila kita mampu menentukan batasan-batasan tertentu, agar jangan sampai curhatan kita menjadi penderitaan si pendengar.

Sekiranya pendengar curhat adalah malaikat, mungkin sedari awal ia sudah menghilangkan semua kesengsaraan kita dengan kemampuan saktinya. Dan bila pendengar curhat adalah orang yang benar-benar mengasihi kita, bila memungkinkan, ia juga ingin berganti posisi dengan kita. Tapi nyatanya ia hanya manusia biasa, ia mendengar, prihatin, bersedih, ingin membantu, tapi apa daya hanya sebatas menghibur atau memberi masukan yang ia mampu. Ironis...!


Lea Willsen, 2011
Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 11:40 AM

Roh Dua Pejabat di Akhirat

Malam itu, akhirat menerima dua roh pria pendatang baru yang semasa hidupnya, keduanya adalah pejabat besar di sebuah negara. Di hadapan mereka, sesosok malaikat agung memvonis bahwa antara kedua pejabat tersebut, satu akan menuju surga, dan satunya lagi menuju neraka.

Merasa tak puas, roh yang hendak dikirim ke neraka pun memprotes, "Mana bisa begitu! Semasa hidup saya adalah orang beragama! Pernah pula membangun sebuah jembatan dengan uang sendiri untuk warga sebuah desa. Sedangkan dia,'' ia menunjuk ke arah roh yang satu lagi, "...dia manusia tak beragama! Tak pernah pula membangun jembatan! Dia yang pantas ke neraka!"

Roh yang satunya lagi pun bergegas membela diri, "Ampun, ampun... Tolong jangan kirim aku ke neraka..."

Malaikat pun tersenyum, dan berkata kepada roh yang hendak dikirim ke neraka, "Kau orang beragama, tapi kelihatannya kau tak takut dosa. Kau tahu mana yang salah mana yang betul, tapi kau tetap berbuat salah juga. Dan itu membuat dosamu menjadi berlipat ganda. Kau membangun jembatan untuk warga sebuah desa, tapi kau mengorupsi dana pemerintah yang seharusnya akan digunakan untuk memperbaiki tanggul di lima desa. Akibat perbuatan picikmu, ketika musim hujan tiba, tanggul di kelima desa tersebut jebol dan memakan banyak korban jiwa dari kelima desa tersebut. Sedangkan roh di sebelahmu...," malaikat melirik ke arah roh yang satu lagi, "...dia tak memiliki agama, tak membangun jembatan dengan uang sendiri, tapi menjalankan tugas dari pemerintah dengan jujur, untuk memperbaiki jembatan di sepuluh desa, tanpa menggelapkan uang titipan pemerintah tersebut sepersen pun. Dengan memfokuskan diri agar tak melakukan kesalahan, ia telah termasuk berbuat baik."

Mendengar penjelasan panjang lebar dari sang malaikat agung, roh yang tadinya dengan lantang berani memprotes pun terdiam.






2L, 2011
Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 10:59 AM

Monday, January 3, 2011

Serigala dan Kancil; Orang yang Suka Mencari Kesalahan Orang Lain


Alkisah, di sebelah selatan negeri Antah Berantah terdapat sebuah hutan yang rimbun tempat tinggal berbagai satwa liar. Di sebelah timur hutan mengalir sebuah sungai yang berair jernih sepanjang tahun. Di sungai itu jugalah para penghuni hutan biasanya minum dan berendam di musim panas.

Suatu hari, kancil berlari dengan gembira di sepanjang sisi sungai dan kemudian berhenti untuk minum di salah satu sisi sungai. Dari kejauhan, seekor serigala yang sedang lapar memandang kancil dengan air liurnya yang menetes. ‘Aku akan mendapatkan santapan yang empuk hari ini. Betapa beruntungnya aku!’, demikian pikir serigala

Perlahan-lahan serigala pun berjalan mendekati kancil dengan kuku cakarnya yang siap menerkam. Akan tetapi, sebelum mencapai tempat kancil berdiri, serigala kembali berpikir, ‘Jika aku langsung menerkam kancil, bukankah akan terasa kurang etis? Sebaiknya aku mencari sebuah alasan agar tak dibilang kurang etis.’.

Demikianlah serigala yang sok manusiawi (eh, hewani maksud saya) itu pun mengurungkan niatnya untuk langsung menerkam kancil. Sebaliknya, dia berdiri di samping kancil.

“Hai, Tuan Serigala, sedang minum juga, ya?” Kancil menyapa dengan ramah.

“Umm..., ya,” ujar serigala sambil berpura-pura minum. “Oh, lihatlah! Bagaimana aku bisa meminum air yang begitu kotor ini? Dasar kancil kurang ajar, kau telah mengotori air minumku! Kau harus bertanggung jawab!” ucap serigala sambil bersiap-siap menerkam kancil.

“Oh, tunggu! Tunggu, Tuan Serigala! Bagaimana aku bisa mengotori air minummu, sementara Anda berdiri di hulu dan saya di hilir?”

“Benarkah? Oh ya, tahun lalu kau juga pernah mengotori air minumku. Saat itu kau di hulu dan aku di hilir. Sekarang kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu tahun lalu!” Serigala kembali bersiap-siap hendak menerkam kancil.

Kancil segera mundur dua langkah. “Sabar, Tuan Serigala! Anda salah hewan. Tahun lalu aku belum lahir. Aku sekarang baru berumur dua bulan...”

“Arggh...! Jika demikian, itu pasti ayahmu! Tak peduli itu kamu atau ayahmu, pokoknya kamu harus bertanggung jawab hari ini...!” Selesai berucap, serigala segera menyerang kancil tanpa memberi kancil kesempatan membela diri.

***

Saudara-saudari dan teman-temin, pernah bertemu orang seperti cerita di atas? Pernah disuruh bertanggung jawab atas kesalahan yang tidak kita perbuat? Coba beri perumpamaan lain atas orang seperti itu, please?

Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 4:43 PM

Friday, December 31, 2010

Cara Mengubah Folder Icon Sesuai Gambar yang Anda Pilih

Oleh: Lea Willsen
Pernahkah Anda merasa bosan dengan warna atau folder icon pada komputer Anda yang hanya itu-itu saja? Pernahkah Anda memiliki keinginan untuk mengubah icon tersebut?
Tentu kita pernah melihat folder icon pada komputer-komputer tertentu yang bentuknya telah berubah, dikarenakan komputer tersebut telah diinstalkan tema-tema tertentu. Tetapi bagaimana bila folder icon yang kita inginkan adalah wajah kita, atau wajah kekasih kita? Mungkinkah?
Bukanlah mustahil untuk mewujudkan keinginan tersebut. Dengan sedikit kreasi, tentu hal tersebut dapat terwujud, bahkan kita tak perlu repot-repot menginstal dan mengganti tema.
Berikut caranya:
1. Tentukan folder yang hendak Anda ubah icon-nya.
2. Pilih foto yang hendak Anda jadikan icon.
3. Ubah jenis foto tersebut menjadi jenis *bmp. Anda dapat mengubahnya dengan segala jenis program pengedit foto, seperti Photoshop, ACDSee, bahkan Paint yang paling sederhana dan telah tersedia pada komputer mana pun. Anda cukup mengedit foto tersebut dengan salah satu program di atas, kemudian Save As, dan pilih *bmp sebagai jenis file tersebut. Perhatikan lingkaran merah yang terdapat pada gambar berikut:
4. Langkah berikutnya klik kanan pada folder yang telah Anda tentukan pada langkah pertama tadi.
5. Pilih Properties, geser tab pada bagian Customize, dan klik Change Icon. Perhatikan dua lingkaran merah yang terdapat pada gambar berikut:
           6. Setelah Change Icon di-klik, jendela baru akan terbuka. Klik Browse, ubah File of type dari Icon Files menjadi All Files, cari di mana lokasi tadi Anda menyimpan foto yang telah Anda ubah jenisnya menjadi *bmp, kemudian open foto tersebut. Perhatikan lingkaran merah yang terdapat pada dua gambar berikut:




 

7. Langkah terakhir, klik OK, Apply, dan OK lagi. Perhatikan hasilnya pada gambar berikut:
Sekilas folder yang icon-nya telah diubah terlihat seperti file, namun sebenarnya adalah folder. Perlu diingat, agar hasil kerja Anda tidak hilang, Anda tidak boleh mengubah lokasi foto jenis *bmp yang telah Anda gunakan, atau pun menghapus foto tersebut. Kecilkan resolusi foto jenis *bmp yang Anda pilih, kemudian ulangi langkah 4 sampai 7 bila gagal. Selamat mencoba!
*Akhir Agustus 2010

Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 11:19 AM

Thursday, December 30, 2010

Sikap Tak Jujur


Oleh: Lea Willsen

ORANG yang tak jujur biasanya suka berbohong dan menipu. Berbohong dan menipu telah menjadi bagian dari kehidupan yang mereka jalani setiap hari. Padahal, sangatlah tak bagus bila memelihara sifat-sifat buruk itu dalam diri kita, karena sifat demikian mudah ‘melekat’ tetapi sulit ditinggalkan.
Buktinya? Pinjam saja dialog dari sebuah drama Asia yang beberapa waktu lalu pernah diputar di salah satu stasiun televisi kita. Setelah penulis ingat-ingat, kira-kira dialog itu berbunyi demikian, “Bila sudah berbohong dan ketika kebohongan itu hampir terbongkar, maka kita akan kembali berbohong, agar kebohongan pertama dapat disempurnakan dan tak jadi terbongkar.”
Misalkan setelah A mencuri kue B dan ketika ditanyai oleh B, A menjawab bukan dia pelakunya dan kemudian mengatakan kepada B kalau ia melihat C mengambilnya, itulah yang dimaksud kebohongan kedua untuk menutupi kebohongan pertama.
Dongeng
Ada sebuah dongeng bermakna asal Tiongkok kuno berkisah tentang seorang raja yang suka membunyikan lonceng darurat negerinya agar dapat menghibur selirnya yang selalu berwajah murung. Padahal, setiap kali lonceng itu dibunyikan, para prajurit di seluruh istana harus repot-repot berkumpul dan bersiap untuk bertaruh nyawa menghadapi musuh. Namun karena itu hanya perbuatan iseng raja, tentunya tak ada musuh yang harus dihadapi.
Lama-lama, para prajurit mulai marah atas tindakan iseng itu. Mereka pun memutuskan untuk tak menghiraukan bunyi lonceng lagi. Dan pada suatu hari, lonceng kembali berbunyi. Kali ini musuh benar-benar datang menyerang. Karena para prajurit sudah memutuskan untuk tak berkumpul, akhirnya negeri itu pun hancur diserang habis-habisan oleh musuh.
Kesimpulan
Tentunya kita tahu apa penyebab hancurnya negeri dalam dongeng di atas. Benar! Semua itu terjadi karena telah hilangnya kepercayaan para prajurit terhadap raja mereka yang tak jujur.
Bila diibaratkan kehidupan kita, maka kita berperan sebagai raja, dan orang-orang di sekitar kita sebagai para prajurit. Bila kita bersikap tak jujur, suka berbohong dan suka menipu, maka secara otomatis orang-orang di sekitar tak akan mau mempercayai kita. Semakin bersikap tak jujur, maka orang-orang semakin ‘kabur’ dari kita. Dan pada akhirnya kita pun akan bernasib sama dengan raja dalam dongeng.
7 Maret 2008
Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 8:58 PM

Hacker, Sang Momok Dunia Maya

Oleh: Lea Willsen
Belakangan ini—terutama sejak situs jejaring sosial FB semakin digemari di Indonesia—kita sering mendengar orang-orang membahas tentang akun dunia maya mereka yang di-hack oleh para hacker. Tema pembahasan ini pun menjadi sangat populer dan seru untuk terus-menerus dibahas baik dari kalangan muda hingga yang berjiwa muda. Mendengar, membahas, atau terlibat secara langsung pada kasus pembajakan akun dunia maya tersebut, seolah-olah membuat orang-orang menjadi merasa telah terlibat dengan suatu kasus kriminal yang modern, keren, dan profesional. Bahkan tak jarang pula penulis jumpai mereka yang setelah akunnya di-hack malah berulang-ulang kali ‘menjerit-jerit ceria’ di statusnya hingga berhari-hari bahwa ia telah bertemu hacker! Ah, sungguhkah hal tersebut patut kita banggakan?
Percaya atau tidak—menurut hemat penulis—kebanyakan dari kasus pembajakan akun dunia maya yang belakangan ini marak terjadi bukanlah kasus yang benar-benar melibatkan tangan pelaku profesional yang berprofesi sebagai hacker. Lalu? Ya, bila berkata jujur, di Indonesia nyaris tak ada hacker. Penyebab adanya kasus-kasus demikian sesungguhnya lebih sering dikarenakan kecerobohan pemilik akun.
Di negara lain, hacker adalah sebuah profesi yang cukup menjanjikan. Hanyalah orang-orang yang benar-benar memiliki pengetahuan dalam bidang komputer, serta kemampuan otak yang sangat cerdaslah yang mampu melakukan pekerjaan tersebut. Mereka dibayar cukup mahal oleh pihak-pihak tertentu untuk membajak, membobol, mengirimi virus, atau mencuri data-data penting pada suatu perusahaan, atau organisasi besar.
Hacker juga tidak selalu identik dengan kasus kriminal. Mereka terbagi menjadi beberapa jenis. Di antaranya, terdapat dua jenis yang paling dikenal: Black HatsHacker jahat yang dibayar mahal untuk pekerjaan kotor, dan juga White HatsHacker yang dibayar untuk melindungi data-data komputer dari tindakan nakal Black Hats. White Hats juga dikenal dengan sebutan Security Analists.
Maka, bila kita coba merenungkannya, masuk akalkah hacker profesional meng-hack akun orang awam seperti kita? Untuk apa? Untuk mencuri baca surat-surat cinta kita yang ada di inbox (hehehe...)? Atau mengatasnamakan kita untuk memeras teman kita? Mungkin! Ya, tapi perlu diketahui, sesungguhnya untuk kasus-kasus pembajakan akun dunia maya yang ada di Indonesia, lebih tepatnya kita menyebut si pelaku sebagai penipu, atau orang usil yang merasa bangga karena berhasil membajak akun orang lain, bukan hacker. Sebagian dari mereka yang bangga mengaku sebagai Hacker pun mungkin tidak memahami sesungguhnya Hacker adalah profesi seperti apa.
Penyabab Akun Dibajak
Seperti yang telah dijelaskan di atas, kecerobohanlah yang sesungguhnya menjadi penyebab utama adanya kasus pembajakan akun. Di zaman yang memiliki software-software serba canggih ini, kita harus paham, hampir semua data yang kita masukkan/ketikkan ke dalam software komputer tak akan hilang dan dapat tetap terekam dengan baik di dalamnya.
Masih ingatkah Anda dengan kasus beredarnya 1.300 lembar foto mesum beberapa artis Hongkong yang sempat heboh pada tahun 2008? Penyebab beredarnya foto-foto mesum tersebut dikarenakan laptop si artis tersebut rusak dan diperbaiki, kemudian si teknisi yang menemukan file-file itulah yang menjadi pelaku nakal penyebar foto-foto mesum tersebut.
Sama halnya dengan kasus foto-foto mesum tersebut, salah satu penyebab yang membuat akun dunia maya kita dapat dibajak juga dikarenakan kecerobohan kita yang mengakibatkan data-data privasi kita yang tersimpan dalam komputer/laptop tersentuh oleh pihak lain.
Bila Anda berpendapat Anda telah melakukan log out setiap Anda selesai menggunakan akun tersebut maka akun Anda telah aman, maka itu adalah pendapat yang salah. Sejauh yang penulis ketahui, ada beberapa program browser yang dapat menyimpan data sandi (password) kita. Tak percaya? Mari kita buktikan sendiri dengan cara berikut:
1. Penulis memilih browser Mozilla Firefox  sebagai contoh.
2. Buka program. Log in ke akun Anda (FB, Yahoo, MSN, Gmail, atau apa saja).
3. Setelah masuk, langkah berikutnya buka menu Tools pada Mozilla Firefox (ada di bagian teratas), kemudian Options, Security (icon gembok kuning), dan Saved Passwords yang tedapat pada sebelah kanan kolom kedua.
4. Muncul jendela baru yang akan memerlihatkan site yang tadi Anda kunjungi pada langkah kedua, dan juga username Anda. Klik Show Passwords (kanan bawah), dan Yes. Password Anda pun akan muncul.
Dengan menggunakan cara demikianlah, siapa pun yang menyentuh komputer kita bisa mendapatkan username dan password kita.
Tidak menutup kemungkinan terkadang komputer kita mengalami kerusakan hardware yang cukup rumit sehingga kita tak mampu memperbaikinya sendiri dengan hanya mengandalkan software, dan komputer kita terpaksa harus berpindah tangan ke teknisi agar dapat diperbaiki. Maka dari itu, tetaplah berhati-hati menjaga data-data penting yang ada pada komputer.
Teknisi Nakal
Pertengahan 2009, komputer penulis juga pernah mengalami masalah pada slot usb yang sulit membaca keberadaan modem device dan mengakibatkan setiap kali online selalu terputus-putus.
Saat itu, teknisi (sebut saja A) yang penulis percayakan untuk memperbaiki masalah tersebut meminta izin membawa pulang komputer, modem, beserta cip operator (berisi pulsa empat puluh ribu rupiah lebih), dengan alasan ingin mengecek kerusakannya apa. Penulis menyetujuinya.
Setelah komputer, modem, beserta cip operator ‘menginap’ beberapa hari di rumah A, sekembalinya, ternyata modem device masih saja sulit terbaca oleh slot USB. A mengaku saat di rumahnya ia telah meng-online-kannya beberapa saat tanpa diapa-apakan dan tak ada masalah.
Jujur saja, saat itu penulis merasa bingung dan juga sedikit kecewa. Komputer pun kembali harus diangkut si A pulang setelah penulis suntikkan lagi pulsa, karena si A mengatakan pulsa yang sebelumnya telah habis saat ia mencoba meng-online-kannya beberapa saat tanpa diapa-apakan.
Beberapa hari setelahnya, komputer pun kembali lagi. Dan untuk yang keduakalinya ternyata komputer masih saja tetap bermasalah. Hmm, bukan lagi bingung atau pun kecewa yang penulis rasakan, tetapi kesal! Betapa tidak, selain masalah masih belum terselesaikan, lagi-lagi pulsa yang terakhir kali penulis suntikkan nyaris kandas. Selain itu penulis juga sedang sangat memerlukan komputer saat itu.
A memberi alasan bahwa mungkin operatorlah yang bermasalah sehingga mengakibatkan modem device sulit terbaca bila setiap kali berada di rumah penulis yang sinyalnya memang agak rendah. Dan ia menganjurkan agar mengganti operator. Apa pun alasannya, yang jelas penulis tak akan membiarkan komputer dibawa pulang untuk yang ketiga kalinya lagi. Penulis tak berminat berdebat mengenai masalah tersebut.
Penulis pun memutuskan untuk mencoba memperbaikinya sendiri melalui setting-setting yang terdapat pada software-software yang berkaitan. Dengan mengandalkan ponsel (komputer masih tak dapat digunakan untuk online), penulis mencari tahu seputar opini dan solusi masalah tersebut di Google. Alhasil tak sia-sia, masalah pun terselesaikan. Komputer pun kembali dapat digunakan untuk online. Lalu apa hubungannya dengan hacker?
Kembali pada topik seputar hacker. Pepatah berbunyi: pintar mencuri makan, maka pintarlah mencuci mulut. Beberapa minggu setelah kejadian itu berlalu, ketika sedang mengecek online history serta data password yang terekam pada browser, penulis menemukan bukti bahwa ternyata A menggunakan komputer penulis untuk bermain YM (Yahoo Messenger)! Pantas saja pulsa penulis demikian mudahnya kandas.
Baik username mau pun password si A tersimpan dengan baik dalam komputer penulis. Dan bila penulis mau, saat itu juga penulis dapat membajak akunnya. Tetapi penulis tak melakukannya. Itulah yang dimaksudkan kecerobohanlah yang sesungguhnya menjadi penyebab utama adanya kasus pembajakan akun. A ceroboh dan mengakibatkan akunnya berpeluang untuk dibajak. Selain itu, akibat ceroboh jugalah, kenakalannya terbongkar.
Tips
Berikut simaklah beberapa tips di bawah yang mungkin dapat membuat akun Anda tidak mudah dibajak oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab:
1. Hindari menggunakan password yang sama untuk beberapa akun berbeda.
2. Buat atau gantilah password Anda agar kekuatan keamanannya (strength) lebih besar.
3. Jangan memberitahukan password Anda kepada orang yang tak dapat dipercaya.
4. Jangan mengetikkan/memberitahukan kepada aplikasi permainan online tertantu password Anda bila Anda tidak yakin aplikasi tersebut adalah aplikasi yang dapat dipercaya. Kebanyakan aplikasi demikian dibuat untuk menjebak Anda.
5. “Ingin mengetahui password akun teman Anda? Kirimkanlah email berisi nama teman yang ingin Anda ketahui password akunnya dan juga password Anda pada alamat email sekian-sekian! Ajak minimal sepuluh teman Anda untuk ikut!.”
Jangan terpancing oleh tulisan di atas atau pun yang sejenisnya. Coba pikirkan, masuk akalkah bila kita ingin mengetahui password teman kita, namun malah kita juga harus memasukkan password kita? Trik ini dikenal sebagai fishing.
6. Bila Anda takut lupa password dan khusus menyimpan/mencatatnya pada suatu tempat, maka pilihlah tempat yang benar-benar aman.
7. Jangan mencontreng tulisan “remember me/ingat saya” ketika sign in dengan komputer di warnet atau komputer kerabat/teman Anda. Ada bagusnya juga bila Anda tak mencontreng tulisan tersebut sekali pun menggunakan komputer pribadi, karena tidak menutup kemungkinan sewaktu-walktu komputer Anda akan berpindah tangan.
8. Terdapat beberapa kasus di mana semua akun dunia maya korban di-hack sekaligus dalam hari yang sama. Mengapa bisa demikian? Terdapat dua kemungkinan. Pertama, si korban menggunakan password yang sama untuk beberapa akun sekaligus. Kedua, yakni email utama yang biasa digunakan untuk register akun-akun lain dibajak, sehingga cukup dengan meng-klik menu ganti password pada akun-akun yang lain, pelaku sudah dengan mudah dapat memanipulasi semua akun dan membuat si pemilik akun yang malah menjadi tak dapat mengakses ke dalamnya. Oleh karena itu, prioritaskanlah untuk menjaga password email utama agar tidak di-hack.
9. Berhati-hatilah ketika Anda melakukan log in. Kendati halaman yang ditampilkan sama, namun terkadang itu adalah halaman palsu. Hacker memanfaatkan fungsi flash untuk mengantarkan calon korban pada halaman yang palsu. Untuk membedakannya, perhatikanlah apakah alamat yang terdapat pada address bar adalah alamat yang kita masukkan, atau telah berubah menjadi alamat lain.
10. Berhati-hatilah pada Keyboard warnet yang mungkin dipasangi Keylogger oleh orang iseng. Keylogger merupakan suatu program yang dapat merekam urutan ketikan-ketikan jari kita pada keyboard. Biasa digunakan oleh para orangtua yang hendak memantau aktifitas anak mereka di dunia maya. Namun ada pula beberapa hacker yang menyalahgunakannya untuk membobol akun orang.
Solusinya ialah ketika mengetikkan password di warnet jangan menggunakan keyboard. Aktifkan menu On-Screen Keyboard (keyboard layar), dan ketiklah password Anda dengan mouse. Sebelumnya penulis telah pernah mengulas cara untuk mengaktifkan On-Screen Keyboard pada tulisan berjudul “Mengetik dengan Mouse” yang juga dimuat rubrik TRP.
11. Atur program browser agar tidak mengingat password Anda.
12. Bila Anda tetap ingin membiarkan browser mengingat password Anda, maka ingatlah menghapus memorinya bila perangkat tak digunakan lagi. Semisal biasa Anda suka online dengan ponsel, dan ponsel Anda telah hendak dijual, maka ingatlah juga menghapus memori browser-nya.
13. Ingatlah log out setelah selesai berselancar di dunia maya dengan menggunakan komputer warnet atau kerabat/teman.
14. Aktifkanlah pertanyaan keamanan (jika ada) pada akun Anda. Pada kasus-kasus pembajakan tertentu, korban masih memiliki kesempatan berlomba dengan si pelaku untuk merebut kembali akun yang telah di-hack dengan memilih menu recovery serta menjawab pertanyaan keamanan yang sebelum kejadian pembajakan telah kita aktifkan.
Penutup
Setelah memahami cara kerja hacker, serta membaca beberapa tips untuk melindungi akun kita, sesungguhnya tak ada yang perlu kita cemaskan dari keberadaan hacker amatiran Indonrsia. Bila dari zaman ke zaman teknologi seolah semakin memahami kebutuhan manusia, maka manusia juga harus senantiasa belajar memahami teknologi, agar pada akhirnya teknologi tak menjadi sumber masalah akibat ketidakpahaman kita. Mari!
20 Juli 2011
Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 8:48 PM

Saturday, December 25, 2010

Orang Sukses X Orang Gagal

Orang-orang yang sukses berpikir jernih

Orang-orang yang gagal berpikir ragu-ragu

Orang-orang yang sukses selalu bertahan

Orang-orang yang gagal berhenti terlalu awal

Orang-orang yang sukses hidup mandiri

Orang-orang yang gagal bergantung pada orang lain

Orang-orang yang sukses tak pernah mengeluh

Orang-orang yang gagal menganggap orang lain sebagai penyebab

Orang-orang yang sukses terus bekerja sebelum orang lain berhenti

Orang-orang yang gagal berhenti sebelum orang lain

Orang-orang yang sukses berdisiplin diri

Orang-orang yang gagal menuruti kehendak hati

Orang-orang yang sukses kaya kreatifitas

Orang-orang yang gagal miskin kreatifitas

Orang-orang yang sukses selalu berprestasi

Orang-orang yang gagal bertopang dagu

Orang-orang yang sukses melihat cahaya dalam kegelapan

Orang-orang yang gagal hanya melihat kegelapan

Orang-orang yang sukses cermat dalam bekerja

Orang-orang yang gagal ceroboh

Orang-orang yang sukses memecahkan masalah

Orang-orang yang gagal terbawa masalah

Orang-orang yang sukses berkata, “Saya bisa!”

Orang-orang yang gagal berkata, “Saya tak bisa!”

Orang-orang yang sukses berpandangan luas

Orang-orang yang gagal berpandangan sempit

Orang-orang yang sukses penuh percaya diri

Orang-orang yang gagal percaya pada nasib

Orang-orang yang sukses menghadapi masalah sebagai tantangan

Orang-orang yang gagal menghadapi masalah sebagai beban

Orang-orang yang sukses tahu menempatkan diri

Orang-orang yang gagal salah menempatkan dirinya

Orang-orang yang sukses berpikir positif

Orang-orang yang gagal berpikir negatif

Orang-orang yang sukses giat berpikir

Orang-orang yang gagal malas berpikir

Orang-orang yang sukses mempertimbangkan masa depan

Orang-orang yang gagal tak memikirkan masa depan

Anda adalah tipe yang mana?

Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 12:44 PM

Entri Populer