Sunday, May 27, 2012

108 Kisah Inspiratif Menuju Kebahagiaan



Judul: Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 3!
Penulis: Ajahn Brahm
Tebal: 308 halaman
Penerbit: Awarness Publication

SEBUAH eksperimen di Harvard beberapa tahun yang lalu pernah diadakan untuk menguji bagaimana orang-orang sering memiliki persepsi yang melenceng dan mempertahankan persepsi tersebut.
Dalam eksperimen tersebut, beberapa mahasiswa diminta duduk dan menyaksikan kilasan gambar di sebuah layar televisi. Pertama-tama, gambar diperlihatkan dengan sangat cepat dan hanya sekedipan saja. Mahasiswa diminta untuk menuliskan apa yang berhasil mereka lihat. Dan, semua mahasiswa hanya mampu melihatnya sebagai cahaya saja.
Oleh penguji, waktu paparan gambar pun ditingkatkan sedikit demi sedikit. Dari seperseratus detik, dua per seratus detik lamanya, dan seterusnya.
Ketika paparan gambar—yang menunjukkan sebuah sepeda sedang diparkir di sebuah universitas—semakin lama semakin jelas, ada mahasiswa yang mempersepsikan apa yang dilihatnya sebagai sebuah kapal.
Hal yang menarik adalah, mahasiswa tersebut terus-menerus menuliskan apa yang dilihatnya sebagai kapal, meski waktu paparan gambar telah demikian lama dan gambar semakin jelas terlihat bahwa itu bukanlah sebuah kapal. Dan, dibutuhkan waktu yang amat lama untuk membuatnya menuliskan apa yang dilihatnya menjadi sesuai dengan yang  diperlihatkan.
Dalam Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 3, melalui kiasan dan fakta sederhana, Ajahn Brahm mengajak kita untuk menyadari bagaimana persepsi lama selalu bekerja dan terpatri dalam benak kita, sehingga membuat kita melihat seluruh dunia ini sesuai dengan pandangan kita, meskipun pandangan tersebut keliru adanya. Sering karena mempertahankan persepsi yang diyakini, pertengkaran antar manusia pun timbul. Dan, sering dibutuhkan waktu yang lama untuk mampu meluruskan ataupun menerima gambaran yang benar sejatinya.
Lahir di London, 7 Agustus 1951, Peter Betts adalah seorang Sarjana Fisika Teori lulusan Universitas Cambridge akhir tahun 1960. Pada usianya yang ke-23 tahun, Peter muda memutuskan untuk menjadi seorang petapa dalam tradisi hutan kuno di Thailand Timur Laut dan kemudian ditahbiskan dengan nama Ajahn (guru) Brahm (Brahmavamso= silsilah luhur).
Suka dan duka Ajahn Brahm dalam pelatihannya selama 9 tahun di belantara Thai, di kemudian hari selalu dikisahkannya dengan mega cinta kepada orang-orang sebagai pembelajaran dan penghiburan untuk mencapai keharmonisan, pembebasan, pemaafan, kedamaian, kebijaksanaan dan kebahagiaan hidup.
Di antara 108 kisah inspiratif yang termaktub, terdapat kisah Retakan pada Gelas (hlm. 294) yang memberi kiasan kepada kita bahwa pada setiap gelas sesungguhnya memiliki retakan yang tak kasat mata. Suatu hari, jika seseorang menendangnya atau menjatuhkannya, gelas tersebut akan pecah dan retakannya akan terbuka.
Gelas dalam perumpamaan tersebut adalah manusia dan hubungannya dengan pasangan, anak-anak, dan sahabat maupun dengan binatang peliharaannya.
Segala sesuatu yang ada dan berada dalam kebersamaan, adalah tidak kekal dan akan ada hari di mana perpisahan pasti terjadi. Karena gelas (hubungan yang ada) bersifat rapuh dan mudah pecah, maka kita perlu merawatnya dengan baik melalui kebiasaan dan perilaku kita terhadapnya. Sebab dalam realitanya, mungkin kita tak lagi berkesempatan mengucapkan kata maaf ketika orang/benda tersebut telah tiada.
Dalam sebuah konseling, seorang gadis datang menemui Ajahn Brahm dan terus menundukkan kepalanya menatap lantai. Apa masalahnya? Ternyata, dia merasa ada yang salah dengan hidungnya. Hidungnya terlalu besar, begitu pikirnya!
Setelah memintanya mengangkat kepalanya, Ajahn Brahm mengatakan tak ada yang salah. Hidung gadis tersebut adalah ukuran rata-rata dan sama sekali tidak jelek.
Manusia, demikianlah adanya. Selalu ada yang salah dengan diri maupun lingkungannya. Jika bukan hidung yang terlalu besar, maka pasti dirasakan ada gigi yang bengkok atau rambut yang jelek. Dengan batin yang selalu mencari-cari kesalahan, itulah sumber penderitaan.
Banyaknya masalah yang ada, sering timbul disebabkan orang-orang hanya melihat dan mencari kesalahan dalam diri sendiri maupun pasangannya dan juga orang lain. Itulah mengapa untuk meraih kebahagiaan, kita harus berhenti mengeluh dan memiliki kewelasan terhadap diri dan orang-orang yang hidup bersama kita. Sebab, mereka sesungguhnya telah berusaha yang terbaik yang mereka sanggup lakukan, seperti tertulis dalam kisah Kasihanilah Diri Sendiri (hlm. 207).
Menyusul seri terdahulunya (Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 1 & 2) yang berhasil menduduki rak buku best seller, Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 3 pun merupakan buku yang mampu demikian mencerahkan, menghibur, menginspirasi dan memotivasi pembacanya yang berasal dari berbagai kalangan dan lintas agama.
Alih-alih mengeluh, menyalahkan diri sendiri dan orang lain maupun takdir, kita sesungguhnya dapat belajar mengenai apa hidup itu sesungguhnya.
Peresensi: Liven R


Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 4:51 PM

Friday, May 18, 2012

KMP+ 3.2.0.0: Video Player 3D yang Canggih dan Ringan





Kita semua tahu--dan ini fakta--pengguna komputer di Indonesia lebih gemar menggunakan program gratisan yang tak perlu mengorek kantong lagi. Tak peduli program itu harus dijalankan dengan fake register code, crack, atau sejenisnya, yang penting harus 100% gratis. Katakanlah, kalau pun bukan karena budaya curang yang mengakar, ternyata banyak orang Indonesia yang tidak paham cara membayar, atau malas mencoba hal-hal yang dianggap ribet. Prinsipnya; kalau ada yang mudah, mengapa cari yang susah? Hehehe...

Baiklah, bagi yang tidak dapat menikmati fitur 3D dari video player terkemuka, jangan keburu kecewa. Di sini kita akan menikmati fitur 3D dari program lain, KMP+ 3.2.0.0, atau yang lebih dikenal sebagai KMPlayer 3.2.0.0. Size exe dari KMPlayer hanya berkisar antara 27 MB saja. Selain itu, KMPlayer adalah program yang 100% gratis!

Anda layak mencoba KMPlayer. Meskipun program gratis, kenyaannya KMPlayer bukan sembarangan program yang miskin fitur dan sering error. Pada KMPlayer, Anda dapat menemukan berbagai fitur canggih yang bahkan tidak ada pada video player terkemuka lainnya. Anda bebas mengubah codec video, efek terang-redup, tajam-buram, warna, zoom, rotate, mirror, kecepatan video, menjalankan video di desktop, screenshot, menu DVD, equalizer, dan masih banyak lagi. KMPlayer juga telah kompatibel dengan segala jenis file umum yang sering ditemukan, termasuk MP3.

Oleh sebab begitu lengkapnya menu pada video player satu ini, sebenarnya sejak beberapa tahun lalu--ketika masih versi 1.4.0.0--penulis telah menjadikannya sebagai video player utama di komputer.

Download di sini.



Salam,
Admin
Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 11:18 PM

Thursday, May 17, 2012

BlueStacks: Menjalankan Aplikasi Android di Komputer



Dewasa ini perkembangan teknologi gadget kian maju, dan terus menghadirkan berbagai versi baru yang amat menggiurkan. Kenyataannya--disadari atau tidak--teknologi komputer masih selalu yang terunggul. Mengapa? Alasannya cukup sederhana, ketika file jar hanya dapat dijalankan OS Java, sis untuk Symbian, dan apk untuk Android, tetapi dimulai dari jar, sis, apk, MP3, MP4, doc, WMV, JPG,PNG, gif, dan ratusan jenis lainnya dapat dijalankan oleh komputer! Komputer adalah TV, perangkat audio, telepon, kalkulator, alat musik, jam, kalender, mesin tik, PS 1, PS 2, DVD player, converter, alat lukis, penghasil uang (ups!), dan masih banyak lagi 'jelmaannya'! Masalahnya tinggal pintar-pintarlah pengguna sendiri menginstalkan program-program yang dibutuhkan, atau merakit program itu secara manual.

Masuk tujuan utama postingan kali ini, menjalankan aplikasi Android di komputer. Yang Anda butuhkan adalah sebuah emulator. Untuk itu, instalkanlah emulator dengan nama BlueStacks pada komputer Anda.

Ukuran BlueStacks lumayan berat--hampir 100 MB--namun jangan heran, karena dalam program tersebut telah dilengkapi beberapa aplikasi bawaan yang dapat langsung Anda coba, tanpa repot mencarinya di tempat lain lagi. Download BlueStacks di: http://bluestacks.com/download.

Selain menjalankan aplikasi Android di komputer, bila Anda memiliki gadget Android yang telah diinstalkan aplikasi BlueStacks Cloud Connect, maka Anda dapat menyinkronisasi aplikasi-aplikasi Android Anda dengan komputer. Download BlueStacks Cloud Connect di: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bluestacks.appsyncer.

2L, 2012
Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 4:39 PM

Menjalankan File Jar di Komputer

File jar pada dasarnya adalah file java yang hanya dapat dijalankan di ponsel atau perangkat yang mendukung java. Namun, ketika hendak menjalankannya di komputer—misalkan online dengan Opera Mini di komputer—biasanya kita dapat mengandalkan emulator SjBoy. SjBoy juga bukan program baru dan sudah cukup lama dikenal. Tetapi, sayangnya SjBoy masih memiliki banyak kekurangan, semisal gambar Opera Mini menjadi tak bisa ditampilkan, tidak dapat menjalankan Opera Mini 5 ke atas, dan masih banyak lagi file jar lainnya yang ditolak.

Di sini kita akan menggunakan program lain untuk menjalankan jar. Berdasarkan apa yang telah penulis coba, program ini jauh lebih baik daripada SjBoy, karena gambar pada Opera Mini berhasil ditampilkan, dapat pula menjalankan Opera Mini 5 ke atas, serta berbagai file jar lainnya. Selain itu, kita juga dapat mengatur tinggi-lebar layar sesuka hati, tidak seperti SjBoy yang tergantung pada plugin-plugin tertentu.

Program tersebut bernama KEmulator, dapat di-download di sini. Namun, sebelum KEmulator dijalankan, pastikan terlebih dulu bahwa komputer Anda telah terpasang Java Runtime. Bila belum, download di sini.

Memainkan Angry Birds s60v5 dengan resolusi 640x360

Opera Mini 5 full screen yang sengaja dijepret dengan ponsel biar lebih meyakinkan

Untuk mengatur tinggi-lebar layar, jalankanlah terlebih dulu file jar bersangkutan, kemudian klik "View", "Option", ketikkan angka tinggi-lebar yang diinginkan pada kolom yang tersedia, "Ok", "File", dan yang terakhir "Restart". Untuk full screen, gunakan ukuran 1024x700. Mungkin Anda bertanya, mengapa bukan 1024x768 pada umumnya. Alasannya karena Anda harus memberikan sedikit sisa ruang pada layar agar dapat menampilkan menu-menu umum KEmulator yang berada di bagian atas.


2L, Mei 2012
Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 3:27 PM

Wednesday, May 9, 2012

10 Jenis Status FB yang Menyebalkan

Kita semua tahu, update status adalah hak setiap pengguna Facebook (FB). Namun--tak dapat dipungkiri--ternyata tetap saja ada status-status tertentu yang kerap digolongkan sebagai status menyebalkan. Status seperti apakah itu?

Setelah melalui survey dan diskusi dengan para pengguna FB di berbagai forum dan grup, di sini penulis berhasil mengumpulkan sepuluh jenis status yang kerap dianggap menyebalkan. Keseluruhan hasil yang diperoleh sebenarnya lebih banyak. Namun dengan berbagai pertimbangan, yang ditampilkan cukup hanya sepuluh jenis, yang tentunya merupakan 'sepuluh besar' dari sekian jenis status menyebalkan yang sempat disebutkan. Berikut:

1. Status Keluhan
Ketika seseorang sedang dalam masalah--entah itu masalah serius atau sekadar lebay--sering kali bertubi-tubi melampiaskannya ke status, tanpa sadar entah sudah berapa temannya yang sudah minta ampun dalam hati membaca semua itu. Umumnya status demikian berhubungan dengan masalah keluarga, pergaulan, cinta, dan ditujukan pada orang tertentu.


2. Status Hujatan
Status yang berisi luapan emosi yang tak terlampiaskan secara langsung, menghujat, memaki, mengutuk, dan terus menjelek-jelekkan orang-orang tertentu. Biasanya status demikian ditujukan secara tidak langsung kepada suami/isteri (sekalipun tak terhubung di FB), pacar, teman, guru, bahkan orangtua.

3. Status Kasmaran
Status orang yang sedang kasmaran atau merayu-rayu pasangannya di publik (status FB). Status demikian biasanya berisi kalimat-kalimat sok puitis yang menjijikkan dan lebih cocoknya diletakkan di inbox yang bersangkutan.

4. Status Caper
Status caper atau cari perhatian adalah status yang terus mempromosikan/membanggakan diri sendiri, baik secara fisik yang digambarkan melalui kata-kata ataupun sifat dan pribadi. Status caper bisa pula berupa rangkaian kalimat-kalimat untuk menarik simpati lawan jenis.

5. Status Alay
Status yang ditulis dengan tulisan alay. Contoh; h4r1 1n! Q x'r4P4n 3n4k. 4P4 x'r4p4nmu h4r1 1n!, t3m4n"?

6. Status yang Berulang
Yang dimaksudkan status berulang adalah status yang telah berkali-kali pernah di-update (bahkan juga oleh orang lain), namun masih saja terus di-update. Contoh; capek, ngantuk, bosan, i love you...

7. Status yang Terus Muncul
Jika sebelumnya kita membicarakan isi status yang berulang, yang satu ini isi statusnya tidak berulang, namun si empu benar-benar memiliki 'hobi' puluhan kali update status dalam sehari, dan hampir menutupi seluruh home teman-temannya. Misalkan, pagi-pagi update status, sepuluh menit kemudian update lagi, lima menit kemudian update lagi, satu jam kemudian update lagi, dan seterusnya hingga tengah malam.

8. Status yang Meminta Dukungan
Si empu sedang mengikuti kuis atau apa pun itu yang membutuhkan dukungan 'like', kemudian tag nama-nama temannya seperti berikut; Budi Kustono, Anwar Sudarma, Tika Marissa, Endang Harina, Evan Wandita, dan Rina Farinda, ayo bantu like foto saya di link sekian-sekian. Masih kurang sekitar 20 jempol! Ayo dukung! Ayo dukung!

9. Status yang Mengusik Privasi
Status yang mengusik privasi ialah status yang secara terang-terangan ataupun sembunyi-sembunyi melibatkan orang tertentu. Kadang bahkan di-tag langsung ke orang tersebut. Contoh; Nurul Halifah, bagaimana kelangsungan hubunganmu dengan si Ricky Sasono?!

10. Status Bijak
Memang status bijak banyak disukai pembaca dan kerap mendapatkan jempol. Namun, yang tidak menyukai status demikian juga cukup berimbang dengan yang suka. Biasanya pihak yang tidak suka kerap menuding si empu sok suci, sok bijak, munafik, pintar bicara, dan lain sebagainya, tak peduli sekalipun si empunya adalah motivator handal.


2L, 2012
Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 10:48 PM

Friday, April 27, 2012

Proses Digital Painting dengan Photoshop CS5

Digital painting merupakan salah satu teknik ilustrasi komputer yang cukup dikenal. Dengan menggunakan metode digital painting—misalkan membuat objek wajah manusia—biasanya hasil yang diperoleh akan nyaris menyerupai asli. Namun, tentu saja digital painting bukan sebuah teknik ilustrasi yang mudah dikerjakan, sebelum melalui proses belajar dan berlatih secara serius. Dan, bagaimana sebenarnya proses kerja dari digital painting?
Di sini, penulis akan memerlihatkan kepada Anda proses pembuatan sebuah ilustrasi digital painting yang dikerjakan dengan program Photoshop CS5, sedari awal hingga ilustrasi tersebut benar-benar jadi. Namun, tidak akan dijelaskan warna atau pun brush jenis apa saja yang digunakan, mengingat masing-masing brush memiliki fungsi yang beda, tergantung ilustrasi apa yang sedang dikerjakan. Total waktu pembuatan memerlukan lima hari, dengan rangkuman 23 layer pada file. Penulis mengerjakannya dengan mouse, namun sebenarnya akan lebih menghemat tenaga dan waktu, bila dikerjakan dengan mouse pen, draw pad, atau tablet.
Tahap 1: Background dan Sketsa
Penulis membuat sebuah background putih polos, serta sebuah sketsa (pada layer bening) yang diusahakan sebaik mungkin, menggunakan line tool. Layer sketsa ini nantinya akan selalu diletakkan pada bagian teratas, dengan fungsi sewaktu-waktu akan dihidupmatikan ketika dibutuhkan dalam proses pembuatan berbagai objek lainnya.
Tahap 2: Wajah
Membuat objek wajah. Tentunya pada layer yang berbeda lagi. Bagian hidung harus dikerjakan ekstra teliti. Masih terlihat berantakan—padahal telah dirapikan—namun tenang saja, setiap sudut yang berantakan nantinya akan tertutupi, begitu objek-objek lainnya berada di atasnya.
Tahap 3: Mata Kanan
Mata kanan terdiri dari dua layer, yakni bola mata putih di belakang, dan bola mata hitam di depan. Dibuat sebaik mungkin. Pada setiap objek yang dibuat, sesekali harus sambil dengan mematikan layer sketsa dan merapikan sudut-sudut yang berantakan.
Tahap 4: Mata Kiri
Tak jauh berbeda dari tahap 3, masih menggunakan dua layer. Penulis tidak terlalu mempermasalahkan kerapian bagian alis kiri ini, mengingat pada akhirnya alis tersebut akan ditutupi oleh rambut.
Tahap 5: Mulut
Mulut juga tak terlalu berbeda dari hidung, harus dikerjakan ekstra teliti.
Tahap 6: Tangan Kanan
Tiba pada hari ketiga proses pembuatan. Membuat objek tangan kanan dan juga beserta kuku. Bagian pergelangan tangan dibiarkan kosong, karena nantinya akan ditutupi oleh objek aksesori pada layer lain.
Tahap 7: Aksesori
Agar objek tangan kanan terlihat utuh, sebelum memulai membuat objek tangan kiri, dibuatkan terlebih dulu objek aksesori yang melingkari pergelangan tangan kanan. Mungkin Anda bertanya, menghilang ke mana sketsa pada screenshot berikut. Penjelasannya cukup sederhana, sketsa tersebut tidak menghilang, tetapi sengaja penulis matikan. Seperti yang dijelaskan pada tahap 1 dan 3, sesekali layer sketsa harus dimatikan, agar dapat merapikan objek-objek pada gambar.
Tahap 8: Tangan Kiri
Bila sebelumnya setiap objek baru yang dibuat diletakkan di depan objek-objek lama, pada objek tangan kiri ini harus diletakkan di bawah objek tangan kanan. Mengapa? Karena posisi tangan kanan menindih tangan kiri. Lalu, mengapa tidak membuat tangan kiri dulu baru tangan kanan? Karena tangan kanan lebih dekat dengan objek wajah (termasuk mata dan mulut) yang sudah jadi, maka lebih enak dipandang bila lebih dulu dibuat daripada tangan kiri. Penulis sengaja melampirkan dua screenshot pada tahap 8 ini. Screenshot pertama, menunjukkan keseluruhan dari objek-objek yang telah jadi. Screenshot kedua, menunjukkan ketika layer objek tangan kanan dimatikan. Dalam digital painting, sesekali memang perlu mematikan layer depan, agar dapat menyempurnakan layer belakang. Lihat, objek tangan kanan dapat dimatikan tanpa mempengaruhi keberadaan objek lainnya. Inilah salah satu kelebihan dari memfungsikan layer, kita dapat mengedit—bahkan membuang—satu layer yang (jika) bermasalah tanpa mempengaruhi yang lainnya.
Tahap 9: Buku Kuning
Pada tahap 9 ini tidak terlalu sulit, cukup membuat sebuah objek buku kuning di bagian bawah tangan (layer diletakkan di belakang). Namun, agar gambar terlihat nyata, sekalipun hanya berupa sebuah benda, kita harus tetap menempatkan bayangan secara tepat. Kita tidak menggunakan outline (garis bentuk) untuk mempertegas sebuah objek seperti ketika kita sedang membuat komik atau karikatur, tetapi kita memanfaatkan bayangan sebaik mungkin untuk mempertegas setiap objek.
Tahap 10: Buku-buku Lain
Menambahkan objek baru berupa buku-buku lain di bawah buku kuning. Bagian ini juga tidak terlalu sulit.
Tahap 11: Baju
Menambahkan objek baju biru pada bagian bahu dan ketiak tangan kiri, sesuai dengan sketsa (lihat sketsa pada screenshot tahap 1).
Tahap 12: Rambut
Pada hari kelima (hari terakhir), proses digital painting tiba pada puncak tersulit, yakni membuat objek rambut. Objek satu ini memiliki tingkat kerumitan yang tinggi, di mana terdapat berbagai warna, bayangan, dan garis yang saling tumpang tindih. Penulis menggunakan sekitar enam layer untuk membuatnya. Masing-masing layer menampilkan warna, bayangan, dan garis yang berbeda. Perhatikan enam screenshot berikut:
Tahap 13: Finishing Touch
95% sudah jadi. Tinggal memberi sentuhan akhir berupa objek latar, dan sedikit tulisan. Karena ini sudah tahap akhir—agar menghemat layer dan juga menjaga berat file agar tidak ‘membengkak’—maka objek kali ini boleh langsung digambarkan pada layer background yang dibuat pada tahap 1. Gambar pun 100% jadi!
Demikianlah proses pembuatan ilustrasi digital painting yang dikerjakan dengan program Photoshop CS5. Mungkin kadang kita berpikir, komputer telah begitu canggih, segalanya bisa dikerjakan secara praktis dan instan. Namun, sesungguhnya tidak demikian, melukis dengan komputer juga tak kalah sulit dari melukis dengan kuas dan kanvas (setidaknya inilah yang penulis rasakan). Setiap bagian harus dikerjakan dengan teliti. Masing-masing ilustrator bisa saja menggunakan cara yang berbeda-beda. Dan inilah keunikan dari digital painting. Salam!
***

Lea Willsen
Ilustrator & penulis freelance
*Model dalam foto: Alan Dawa Dolma


Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 2:26 PM

Friday, April 20, 2012

Terbit Buku secara Indie Itu Aib?!

Terbit Buku secara Indie Itu Aib?!

Oleh: Lea Willsen

Benar saja, semenjak bermunculannya self publisher, kini siapa saja berkesempatan untuk menjadi penulis dan menerbitkan buku. Proses yang ditawarkan juga cukup mudah, karena si penulis tinggal mengeluarkan sejumlah uang, kemudian proses edit aksara, layout, desain, pemasaran, dan segalanya pun dikerjakan oleh si penerbit bersangkutan. Namun, sayangnya hal tersebut justru melahirkan pendapat dari sebagian kalangan, bahwa karya yang diterbitkan secara indie bukanlah karya yang berkualitas baik. Lantas, dapatkah kita membenarkan pendapat itu?

Betul sekali, beberapa self publisher memang bersedia menerbitkan buku tanpa pandang bulu; tak peduli berapa berkualitasnya tema yang diangkat, panjang pendek naskah, dan juga seberapa hancurnya style si penulis bersangkutan. Namun, di sini perlu kita tegaskan, meskipun sistem kerja self publisher adalah--katakanlah--ada uang ada barang, tetapi tidak semua karya yang diterbitkan secara indie lantas boleh begitu saja dianggap sebagai karya yang berkualitas buruk. Terdapat berbagai faktor yang menyebabkan sebuah karya menjadi diterbitkan secara indie. Bisa jadi, karena si empunya masih kurang memahami seluk-beluk dunia kepenulisan, karya tersebut telah pernah diterbitkan di media cetak dan sekadar dirangkum menjadi buku, atau sebagainya.

Ironisnya, karya yang diterbitkan secara indie ternyata bukan hanya diremehkan oleh kalangan tertentu, tetapi terkadang justru si empunya sendiri juga 'meremehkan' buah karyanya, kemudian terkesan bersikap menutup-nutupi label yang telah menerbitkannya menjadi sebuah buku. Berdasarkan apa yang penulis perhatikan, beberapa penulis teramat sangat sensitif dan malu--seakan sedang tertangkap basah tidak berbusana--dan selalu menghindari pertanyaan-pertanyaan yang bersifat menunjuk langsung pada label self publisher bersangkutan.

Selain karena merasa malu, di sisi lain beberapa penulis bukan hanya sekadar 'menutup-nutupi' kebenaran, tetapi justru--secara langsung maupun tidak langsung--melancarkan 'jurus' tipu muslihat yang bertujuan menunjukkan seolah buku itu diterbitkan oleh penerbit besar seperti Gramedia--atau pun salah satu penerbit dari Kompas Gramedia lainnya--hanya karena buku indie tersebut juga dipajang di toko buku Gramedia.

Kembali pada pertanyaan yang menjadi judul artikel ini; terbit buku secara india itu aib?! Ada dua jawaban. Pertama; ketika seorang penulis tidak menganggapnya demikian, pada dasarnya menerbitkan buku secara indie itu memang bukan sebuah aib. Kedua; sebaliknya ketika seorang penulis berusaha menyembunyikan kenyataan, apalagi melancarkan tipu muslihat, maka segalanya akan benar-benar menjadi aib. Intinya, janganlah gara-gara begitu tergiurnya terhadap penerbit berlabel besar, seorang penulis 'membisukan' kejujurannya.

Buku yang dijual di toko buku Gramedia tidak selamanya diterbitkan oleh salah satu penerbit Kompas Gramedia. Banyak kalangan--apalagi sesama penulis--yang telah mengetahui hal itu. Jadi, daripada menyembunyikan kenyataan yang mudah terbongkar, lebih baik jujur saja katakan: Benar! Saya memutuskan menerbitkannya lewat self publisher sekian-sekian. Ayo beli buku saya!

Baik atau buruknya karya itu, biarlah pembaca yang menilai, bukan ditentukan dari label penerbit. Ayolah penulis, bagaimana bisa mengharapkan orang lain menghargai karya kita, sementara kita selaku empu meremehkannya? Biarlah karya itu tampil semaksimal mungkin apa adanya!

karen, 2012
Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 4:04 AM

Entri Populer