Monday, September 19, 2016

Real Racing 3: Ini Balapan ‘Nyata’



Tak terpungkiri, OS Android menawarkan beragam game menarik, dan salah satu genre yang cukup banyak diminati—khususnya bagi kaum adam—ialah game balapan. Melalui Google Play, terdapat beragam game balap yang dapat diunduh, baik yang gratis maupun berbayar. Tetapi, tentu tidak semua game balap memiliki kualitas permainan yang menjanjikan. Beberapa game balap mungkin memiliki kualitas grafis yang cukup baik, tetapi lemah pada logika dan metode pengoperasian yang diterapkan. Ada juga yang justru lebih parah, di mana grafis yang baik hanya menjadi bagian sampul promosi, namun—ketika memainkannya—ternyata grafis asli yang ditawarkan jauh dari harapan. Melalui postingan kali ini, Art Dimension akan memberikan review salah sebuah game balap yang memiliki grafis memukau, kaya akan fitur, sekaligus menawarkan logika serta metode pengoperasian yang mungkin akan membuat para pencinta game balap menyesal jika tidak mencobanya sendiri! Benar, game tersebut ialah “Real Racing 3”!



Sebagai game yang dikembangkan oleh pengembang terkemuka, EA atau yang juga dikenal kepanjangannya sebagai Electronic Art, “Real Racing 3” adalah sebuah game yang dapat diunduh secara gratis melalui Google Play. Kalaupun ada yang ditawarkan pengembang dengan biaya tertentu, ialah RS (sebutan untuk mata uang yang digunakan) dan Gold. Namun ini bukan sebuah keharusan. Faktanya baik RS maupun Gold juga dapat dikumpulkan dengan metode lain yang tidak membutuhkan biaya apa pun, misalkan dengan memenangkan balapan, atau menjawab tantangan tertentu, serta menyaksikan iklan. Ketika Anda berpikir permainan akan menjadi sulit bila kita pelit mengeluarkan biaya untuk membeli RS dan Gold, itu tidak benar. EA tetap lebih mengedepankan sportivitas, dan Anda dapat menikmati “Real Racing 3” selama Anda memang seorang yang jago balap dalam permainan itu. Adanya dukungan online serta fitur sinkronisasi terhadap akun Facebook maupun Google+, sesama pemain juga dapat saling bertanding di sebuah lintasan, membagikan capture, maupun membandingkan prestasi dengan pemain lain yang berasal dari berbagai pelosok dunia, ataupun sekadar sesama teman yang terhubung pada akun-akun jejaring sosial.



Apa yang menjadi misi dalam “Real Racing 3” ialah membangun karir balap kita dari yang semula hanya seorang amatir, menuju seorang profesional. Ratusan model mobil serta puluhan lintasan yang dapat dijumpai dalam video game ini juga diadopsi dari sejumlah merek atau lokasi yang benar-benar ada di kehidupan nyata. Sebut saja merek mobil BMW, Ford, Nissan, Mazda, Ferrari, dan sejumlah merek terkenal lainnya, kemudian juga lintasan dari sejumlah negara seperti Jepang, Australia, India, maupun yang lainnya!


 
Sesuai nama dari game ini yang menggunakan kata “real”, bisa dikatakan setiap detik dan setiap sudut pandang dari “Real Racing 3” memiliki grafis yang mendekati nyata. Jangan kaget ketika Anda merasa terik matahari ada kalanya menyilaukan pandangan, kemudian butiran debu yang beterbangan dilintasi mobil dalam kecepatan tinggi, hingga percikan api yang ditimbulkan ketika satu sama lain mobil bertabrakan atau bergesekan. Mobil-mobil yang diperlakukan secara kasar juga akan terlihat mengalami kerusakan seperti pintu yang penyok, kaca yang retak atau pecah, hingga kap bagian depan yang nyaris lepas. Namun, syukurlah setiap kerusakan yang timbul dapat diperbaiki setelah pertandingan selesai. Bila Anda seorang yang kreatif, Anda juga dapat menambahkan desain-desain khusus pada mobil kesayangan Anda, meningkatkan  performa mesinnya, kemudian juga menerapkan berbagai modifikasi fisik agar mobil itu memiliki ciri tersendiri.










Mengikuti jejak kesuksesan seri-seri “Need for Speed” pada PlayStation yang juga dikembangkan oleh EA, “Real Racing 3” juga menghadirkan fitur replay yang memungkinkan kita untuk menonton ulang adegan balapan kita sendiri dalam berbagai sudut pandang yang memiliki grafis berkualitas tinggi. Tak ingin kehilangan momen spesial misalkan ketika kita tengah melakukan drifting, ketika kita berhasil menyalip mobil di depan, ataupun adegan-adegan ekstrem ketika terjadinya tabrakan, tengah menjalankan replay kita juga dapat mengaktifkan fitur kamera untuk mengambil capture. Dan lagi-lagi karena dibekali grafis yang sangat memukau, setiap hasil capture itu pun ibarat sampul promosi! Padahal itu adalah grafis yang ditampilkan secara realtime ketika balapan berlangsung!






Kita boleh menganggap “Real Racing 3” semata permainan pembunuh suntuk, tetapi pengembang kelihatannya benar-benar fokus untuk menciptakan suasana yang membuat pemainnya dapat berimajinasi sebagai seorang pembalap sungguhan, di mana pemain juga dapat memutuskan untuk menjalin kerja sama dengan satu atau beberapa manajer yang akan membantu si pemain dengan kemampuan mereka masing-masing. Apa keuntungan dari memiliki seorang manajer? Cukup variatif. Ada manager yang dapat membuat pemasukan RS dari reward sebagai juara menjadi dua kali lipat, ada yang dapat membuat si pembalap lebih cepat naik level, dan ada juga yang berfokus pada menjaga kinerja mesin mobil kita agar senantiasa dalam kondisi baik.



Sementara untuk metode pengoperasian—cara mengendalikan mobil—“Real Racing 3” menyediakan tidak hanya satu metode saja, dimulai dari mengandalkan sensor akselerometer (accelerometer) sehingga kita cukup menggerakkan gawai layaknya kemudi pada mobil, layar sentuh, dan tak ketinggalan dua mode yang menjadi opsi ciri khas game-game balap profesional pada umumnya; manual serta automatic.


Penasaran untuk segera mencoba “Real Racing 3”? Anda bisa menginstalnya langsung melalui Google Play, dengan berat sekitar 50-an MB. Namun, perlu diketahui kalau itu hanya berat dari file APK yang dibutuhkan untuk penginstalasian. Ketika game pertama kali dijalankan, Anda akan kembali diminta mengunduh sejumlah file yang mencapai berat 2 hingga 3 GB. Anda harus memaklumi hal tersebut sebagai persyaratan untuk memainkan sebuah game yang memiliki grafis berkualitas tinggi. Sangat disarankan untuk terhubung dengan Wi-Fi, atau pastikan kuota Anda mencukupi, dan jaringan yang tersedia di lokasi Anda minimal 3G. Bila gawai dan kartu Anda juga telah mendukung jaringan 4G LTE, itu akan jauh lebih mempercepat proses pengunduhan.



Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 11:25 AM

Saturday, September 3, 2016

Mengatasi Terkurasnya Baterai Marshmallow Samsung

Tak terpungkiri, meskipun hingga artikel ini ditulis kita telah mendengar kelahiran dari bayi Android versi 7 atau Nouget, sejumlah ponsel tren yang beredar di pasaran masih mengandalkan Android versi 6 atau Marshmallow yang tidak berlebihan disebut sebagai versi Android populer. Apakah ponsel Anda sedari bawaan sudah dibekali Marshmallow, masih harus meng-upgrade-nya sendiri, atau menggunakan metode ekstrem menginstal yang versi tidak resmi, yang jelas peminat Marshmallow tidak sedikit.

Namun, salah satu masalah yang terkadang dialami oleh pengguna smartphone Marshmallow dari vendor terkemuka, Samsung, dan khususnya yang baru berpindah dari Android versi 5 atau Lollipop, ialah baterai terasa menjadi boros. Salah satu pengguna yang baru mendapatkan upgrade sistem operasi untuk tipe smartphone-nya menuturkan di sebuah grup FB, biasanya (pada sistem operasi Lollipop) ia sehari cukup mengisi daya smartphone itu sekali. Setelah upgrade Marshmallow menjadi dua kali. Opini versi lain juga datang dari pengguna lain, bahwa masalah terkurasnya baterai tidak terjadi kepada mereka. Dan melalui artikel ini, kita akan membahas solusi untuk masalah terkurasnya baterai pada Marshmallaw Samsung.

Penyebab umum dari borosnya baterai Marshmallow Samsung yang dialami sejumlah pengguna sebenarnya hanya pada setting yang diterapkan. Seperti yang kita ketahui bahwa Samsung kini memiliki fitur baru hasil kerja sama dengan Opera Max yang disebut Ultra Data Saving, atau Hemat Data Ultra. Melalui fitur tersebut, akses data latar belakang dari seluruh aplikasi yang terinstal akan diblokir, kecuali maksimal enam aplikasi pilihan pengguna yang diberi hak khusus agar tetap berjalan normal.

Sebagaimana fungsi untuk menghemat data, Ultra Data Saving bisa dikatakan cukup dapat diandalkan. Namun, di balik proses penghematan itu, sebagian besar aplikasi terblokir tetap aktif dan melakukan upaya transfer data yang merupakan suatu kebutuhan untuk berjalan secara optimal. Di sinilah sistem operasi menjadi menerima beban kerja yang timpang, kemudian menguras banyak daya.

Cara kerja Ultra Data Saving ini sekaligus menjelaskan, mengapa banyak keluhan tentang aplikasi IM seperti BBM dan WhatsApp yang menjadi kurang respons, hanya akan mencoba terhubung dan menerima pesan ketika kita membukanya.  Benar bahwa ini tidak akan terjadi bila kita memasukkan aplikasi-aplikasi tersebut pada enam aplikasi pilihan yang berhak tetap berjalan normal. Namun, beberapa pengguna malah tidak menyadari adanya fitur untuk membebaskan enam aplikasi pilihan dari pemblokiran akses data latar belakang. Dan kemungkinan lain, jumlah enam aplikasi terlalu sedikit.

Meskipun Ultra Data Saving menjadi pemicu borosnya baterai, bukan berarti kita lantas menuding fitur tersebut sebagai fitur gagal. Kata "ultra" sendiri mengandung makna ekstrem, super, tidak biasanya. Praktis, fitur tersebut tidak diciptakan untuk penggunaan sehari-hari, melainkan hanya pada kondisi tertentu ketika pengguna harus menyimpan kuota datanya untuk sesuatu yang lebih penting. Samsung sendiri juga telah menyelipkan pesan yang meminta konfirmasi kepada pengguna ketika fitur tersebut hendak diaktifkan. Sebagian pengguna yang baru menguji Marshmallow menyepelekan pesan itu, lantas mengaktifkan fitur.

Jadi, solusi utama untuk menghemat daya dari smartphone Marshmallow ialah dengan menonaktifkan fitur Ultra Data Saving. Lebih lanjut, aktifkan fitur App Power Saving (Penghematan Daya Aplikasi) melalui Settings > Battery, lalu pilih sejumlah aplikasi jarang terpakai agar selalu dioptimalkan.

App Power Saving pada dasarnya sudah hadir sejak Android versi terdahulu dari Samsung. Hanya saja fitur tersebut hanya dapat diaktifkan pada Marshmallow apabila Ultra Data Saving dalam kondisi tidak aktif. Adapun perbedaan di antara keduanya, cara kerja Ultra Data Saving adalah memblokir akses data tetapi membiarkan aplikasi tetap aktif, sementara App Power Saving menidurkan aplikasi-aplikasi yang dioptimalkan. Karena dalam mode tidur (sleep mode), praktis tidak juga membutuhkan akses data di latar belakang.

Agar kinerja smartphone tidak terganggu, dalam menentukan aplikasi yang hendak dioptimalkan oleh App Power Saving, Anda juga harus mempertimbangkannya secara teliti. Beberapa aplikasi membuat kita berpikir tidak pernah menggunakannya, tetapi sebenarnya kita setiap hari menggunakannya. Misalkan keyboard pihak ketiga, widget untuk menampilkan sisa daya baterai, kapasitas RAM, dan sejenisnya.

Bila baterai masih tetap boros setelah Ultra Data Saving diganti dengan App Power Saving, pastikan VPN dari Opera Max juga dinonaktifkan. Dengan menerapkan setting yang baik, berdasarkan uji coba penulis,Marshmallow justru mengonsumsi daya lebih ringan daripada Lollipop.

Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 3:44 PM

Monday, July 4, 2016

Risiko Menerapkan Fitur Always-on Display dari Aplikasi Pihak Ketiga

Sejumlah fitur baru selalu mempermanis sejumlah smartphone flagship berbagai merek, sebut saja Samsung GALAXY S7 atau S7 Edge, di mana salah satu fitur yang cukup menjadi perhatian dunia ialah Always-on Display (AoD). Fitur itu sendiri memungkinkan pengguna untuk melihat jam dan tanggal, maupun mengecek notifikasi langsung dan kapan saja, sekalipun dalam mode sleep.
Tak terpungkiri, fitur itu pun membuat banyak pengguna smartphone merek atau tipe lain mengidamkan fitur tersebut akan dapat difungsikan pada perangkat mereka yang bukan salah satu dari Samsung GALAXY S7 maupun S7 Edge. Menyadari hal itu, sejumlah pengembang aplikasi pun menjawab tantangan tersebut dengan diciptakannya aplikasi pendukung yang memungkinkan untuk menggunakan AoD pada perangkat-perangkat lainnya. Aplikasi yang umumnya sangat mudah ditemukan pada Google Play tersebut juga dimanfaatkan oleh para blogger untuk menerbitkan tutorial-tutorial yang berhubungan.
Namun, benarkan antara AoD bawaan S7/S7 Edge dengan yang ditawarkan sejumlah aplikasi pihak ke tiga itu cara kerjanya sama? Sebelum para pengguna smartphone menginstal aplikasi bersangkutan, perlu kita pahami beberapa hal penting berikut:
1.    Beberapa aplikasi pihak ketiga memang memiliki cara kerja yang sama seperti fitur AoD pabrikan. Namun, beberapa yang lain tidak, dan berpotensi memicu kerusakan layar, atau konsumsi daya yang berlebihan. Untuk itu, tidak dapat sembarangan memilih aplikasi yang direkomendasikan blogger atau anggota forum tertentu, sebelum mengetahui cara kerjanya aman atau tidak.
2.    Pada S7/S7 Edge, pengembang membekali perangkat sejumlah fitur lain agar AoD dapat berjalan tanpa mengganggu kestabilan perangkat, misalkan dukungan layar Super AMOLED yang minim konsumsi daya, opsi penghematan daya (Smart Power Saving), hingga kemampuan automatis mematikan AoD apabila dimasukkan ke dalam saku. Apabila tidak dibekali fitur-fitur di atas, sangat berisiko untuk memaksa perangkat menjalankan AoD dari aplikasi pihak ketiga.
3.    Ketika layar S7/S7 Edge menampilkan data pada mode AoD, jumlah warna terbanyak yang digunakan hanyalah delapan warna, dengan latar hitam, sehingga fitur tersebut diklaim hanya mengambil 1% daya baterai per hari. Ketika AoD dipraktikkan pada perangkat lain dengan bantuan aplikasi pihak ketiga, mungkin akan jauh lebih memboros daya. Anda mengira layar Anda sudah dalam mode sleep pada umumnya, namun sebenarnya layar tersebut hanya menampilkan warna hitam yang pekat, terus menyala selama 24 jam dan membutuhkan daya yang besar. Masalah ini teratasi dengan adanya dukungan layar jenis Super AMOLED atau minimal AMOLED, namun menjadi masalah memprihatinkan untuk perangkat yang menggunakan layar jenis lain.
Dengan penjelasan terkait tiga hal di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa tidak semua smartphone cocok untuk menggunakan fitur AoD. Setidaknya, pengguna harus memastikan terlebih dulu apakah aplikasi pihak ketiga yang akan digunakan memiliki menu yang lengkap untuk menggunakan AoD layaknya kemampuan S7/S7 Edge. Pastikan juga smartphone bersangkutan telah dibekali layar jenis Super AMOLED atau AMOLED.
Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 8:33 PM

Sunday, June 12, 2016

Mengatasi Android Tidak Bisa Menerima Panggilan Maupun SMS


Banyak tutorial telah menjelaskan terkait permasalahan gawai Android yang tidak bisa menerima panggilan maupun SMS, di mana umumnya dianjurkan untuk mengurangi muatan pada memori internal, maupun menghapus aplikasi bermasalah tertentu, seperti yang mungkin juga Anda ketahui salah satunya konon berasal dari aplikasi official sebuah operator ternama. Namun, tutorial ini masih ditulis, siapa tahu setelah tutorial-tutorial lainnya gagal memberikan solusi kepada Anda, dan kemungkinan tutorial ini justru dapat membantu Anda.
Lagipula, kalau masalah tidak bisa menerima panggilan maupun SMS memang karena minimnya memori internal, kondisi tersebut semestinya sudah jarang dijumpai untuk sejumlah gawai modern yang umumnya dibekali kapasitas memori internal cukup besar, sekalipun dengan harga jual yang bersahabat. Selain itu, belum tentu juga semua dari kita menginstal aplikasi official dari operator ternama yang dimaksudkan di atas, dan dalam beberapa kasus masalah yang bersumber dari aplikasi operator itu hanya terjadi pada merek gawai tertentu. Dengan kata lain, yang Anda alami kemungkinan justru sama seperti yang penulis alami, di mana setelah mencabut pasang ulang sejumlah aplikasi dan mengecek sejumlah setelan, masalah tetap tidak terselesaikan.
Lebih lanjut, kondisi masalah yang kemungkinan sama dan dapat diselesaikan dengan tutorial ini ialah gawai tetap dapat melakukan panggilan maupun SMS, memiliki bar sinyal yang cukup baik, tetapi hanya tidak bisa menerima panggilan maupun SMS. Ketika dihubungi dengan nomor lain, akan terdengar pesan berbunyi, “Mohon menunggu. Nomor yang Anda tuju sedang dialihkan”. Secara pribadi bahkan penulis sempat mencurigai masalah tersebut timbul oleh sejenis malware, atau aplikasi penyadap yang diam-diam bersemayam di dalam gawai. Namun tentu itu juga hampir tidak mungkin, mengingat umumnya masalah malware atau aplikasi penyadap dapat dideteksi dengan metode tertentu. Jadi, apa yang perlu dicoba ternyata sederhana—jika memang masalah yang Anda alami juga sama—yaitu me-refresh jaringan yang dipilih.
Me-refresh jaringan tidaklah cukup hanya dengan menghidupkan ulang gawai, tetapi kita justru harus memilih jaringan operator lain terlebih dulu, meskipun SIM kita bukan dari operator bersangkutan, baru kembali lagi pada jaringan operator yang memang kita gunakan. Caranya ialah masuk ke Setelan>Setelan seluler>Operator jaringan>Cari jaringan, tunggu sejenak hingga muncul beberapa pilihan, kemudian pilih salah satu jaringan operator yang tidak Anda gunakan. Setelah teregistrasi dengan baik, ulangi langkah-langkah yang sama untuk kembali ke jaringan yang Anda gunakan.
Pada gawai dengan merek atau tipe tertentu, mungkin akan ada sedikit perbedaan struktur atau nama-nama menu. Namun, biasanya tidak akan berbeda jauh.



Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 2:53 PM

Monday, June 6, 2016

Download dan Baca Gratis Sample Cinta Satu Benua-Cinta Itu Fleksibel



Download dan baca gratis sample novel "Cinta Satu Benua-Cinta Itu Fleksibel" dari link berikut: https://goo.gl/SldgAf. Link alternatif: https://goo.gl/Nx3PQJ.

Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 8:14 PM

Entri Populer